Alko Sumatra Kopi, salah satu UKM program BNI Xpora, berpartisipasi pada Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Dok BNI).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) menembus pasar internasional. Melalui program BNI Xpora, bank pelat merah tersebut membawa tiga UKM berorientasi ekspor untuk memasarkan produknya di Korea Selatan.
Ketiga UKM yang difasilitasi BNI ialah PT Alko Sumatra Kopi, PT AK Goldenesia, dan PT Awan Crackers Food Indonesia. Mereka mengikuti Korea Import Expo 2026 di Seoul dengan menampilkan produk unggulan di Paviliun Indonesia sekaligus bertemu calon pembeli melalui sesi business matching.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan dukungan BNI kepada eksportir tidak berhenti pada pembukaan akses pasar. Perseroan juga menyediakan pembiayaan, layanan transaksi internasional, pendampingan bisnis, hingga jaringan global agar pelaku usaha mampu bersaing di pasar luar negeri.
“BNI Xpora hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin berkembang ke pasar internasional. Kami tidak hanya membantu mempertemukan eksportir dengan buyer global, tetapi juga menyediakan dukungan pembiayaan, solusi transaksi internasional, advisory bisnis, serta akses jaringan yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Dalam ajang tersebut, ketiga UKM Indonesia melakukan pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan Korea Selatan, di antaranya Sajo Foodist, Neple Co., Nokchawon, Hermos Co., Ltd., GS Global, dan Hurum Co., Ltd. Pertemuan itu diarahkan untuk membuka peluang kontrak ekspor, memperluas jaringan distribusi, sekaligus meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar Korea Selatan.
Korea Import Expo 2026 diselenggarakan oleh Korea Importers Association (KOIMA) di COEX Hall B, Seoul, pada 23-25 Juni 2026. Pameran tersebut diikuti sekitar 200 perusahaan dari lebih dari 30 negara dengan target lebih dari 10.000 pengunjung yang terdiri atas importir dan pelaku perdagangan internasional.
Partisipasi UKM Indonesia dalam pameran itu merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Atase Perdagangan Seoul Kementerian Perdagangan, BNI Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, dan BNI Xpora.
Iqbal menilai akses pasar masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi banyak pelaku usaha nasional ketika ingin memperluas bisnis ke luar negeri. Persoalan itu tidak hanya menyangkut pencarian pembeli, tetapi juga kesiapan produk, pembiayaan, jaringan distribusi, hingga pemahaman terhadap mekanisme perdagangan internasional.
Karena itu, BNI Xpora terus memperluas kerja sama dengan pemerintah, perwakilan Indonesia di luar negeri, asosiasi bisnis, serta mitra internasional untuk membuka lebih banyak peluang bagi eksportir nasional.
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui jaringan internasional BNI, termasuk Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, yang menyediakan layanan transaksi perdagangan internasional dan pengelolaan transaksi digital melalui BNIdirect.
“BNI Xpora dirancang untuk membantu pelaku usaha Indonesia naik kelas melalui tiga pilar utama, yakni Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan, pendampingan, business matching, hingga akses ke pasar internasional,” ujar Iqbal.
Melalui keikutsertaan pada Korea Import Expo 2026, BNI berharap semakin banyak UKM Indonesia mampu memperluas jaringan bisnis, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













