Lebih dari 3.000 Anak Adu Ketangkasan Fisik dan Otak di Soyalympic 2026

Lebih dari 3.000 anak mengikuti kompetisi yang memadukan ketangkasan fisik dan kemampuan kognitif dalam rangkaian Soyalympic 2026. Ajang ini digelar bertepatan dengan momentum World Allergy Week 2026 sekaligus menyambut peringatan Hari Anak Nasional.

Berbeda dengan kompetisi anak pada umumnya, Soyalympic tahun ini menghadirkan format Brain Gym Competition. Anak-anak ditantang untuk menyelesaikan aktivitas fisik sambil menguji kemampuan berpikir, fokus, dan konsentrasi.

Di dalam arena, peserta harus berlari dan melewati sejumlah rintangan. Pada saat yang sama, mereka juga diminta menyelesaikan tantangan numerik dan linguistik.

Kompetisi yang digelar Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Soya tersebut sekaligus membawa pesan bahwa anak dengan sensitivitas atau alergi terhadap susu sapi tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh optimal dan mengembangkan potensinya.

Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties, Fitria Dewi Astari, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai tumbuh kembang anak yang tidak cocok mengonsumsi susu sapi.

“Melalui kompetisi Brain Gym di Soyalympic, kami ingin memperlihatkan secara langsung bahwa anak yang tidak cocok susu sapi pun bisa tumbuh optimal, memiliki koordinasi tubuh yang baik, cerdas, dan tangkas jika diberikan dukungan nutrisi yang tepat,” ujar Fitria.

12 Anak Terbaik Melaju ke Final

Babak penyisihan Soyalympic 2026 telah berlangsung di Jakarta dan Bandung sejak 27 Juni hingga 12 Juli 2026.

Dari lebih dari 3.000 peserta yang mengikuti rangkaian kompetisi, sebanyak 12 finalis terbaik akan dipilih untuk bertanding pada Soyalympic Championship: The Final.

Babak puncak dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 26 Juli 2026 dalam rangkaian perayaan Hari Anak Nasional.

Selain kompetisi secara langsung, penyelenggara juga membuka kesempatan bagi anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti tantangan secara daring.

Para peserta berkesempatan memperebutkan hadiah senilai jutaan rupiah. Sementara itu, pemenang kompetisi utama juga akan memperoleh tabungan pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap masa depan anak.

Kompetisi Bakal Digelar di Sejumlah Kota

Setelah Jakarta dan Bandung, rangkaian kompetisi Brain Gym direncanakan berlanjut ke sejumlah kota di Indonesia pada Agustus hingga September 2026.

Kota-kota yang masuk dalam agenda penyelenggaraan antara lain Denpasar, Malang, Surabaya, Palembang, Lampung, Medan, Semarang, Yogyakarta-Solo, dan Makassar.

Fitria mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi anak mengembangkan kemampuan melalui aktivitas yang tidak hanya berpusat pada pembelajaran di dalam kelas.

“Proses belajar tidak hanya terjadi saat anak duduk di kelas, tetapi juga ketika mereka bergerak aktif, berpikir cepat, dan berani mencoba. Kami berharap pengalaman ini dapat membantu anak mengembangkan potensi terbaiknya sejak dini,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara juga ingin meningkatkan pemahaman orang tua bahwa kondisi sensitivitas atau alergi terhadap susu sapi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk beraktivitas dan mengembangkan potensinya.