Persaingan industri perbankan nasional dalam menyokong sektor Small and Medium Enterprise (SME) atau usaha kecil dan menengah kini semakin dinamis. Di tengah persaingan yang ketat, pelaku usaha tidak hanya sekadar meningkatkan volume produksi, tetapi juga mengelola ekosistem keuangan yang sehat dengan perhitungan risiko yang cermat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mayapada mengambil langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Selain nasabah perorangan atau ritel, Bank Mayapada juga hadir dalam segmen SME melalui produk myLOAN untuk mendukung ekspansi bisnis para pelaku usaha dari hulu ke hilir. Melalui skema ini, Bank Mayapada memperkuat peran sebagai mitra strategis yang menawarkan solusi keuangan lengkap agar roda bisnis pelaku usaha di Tanah Air bisa berputar lebih cepat.
Mengurai Kebutuhan Usaha
Sebelum mengajukan pembiayaan, para pemilik bisnis di segmen SME perlu memahami peta kebutuhan keuangan internal agar tak salah memilih jenis pinjaman. Bank Mayapada memisahkan solusi pembiayaan bisnis ini ke dalam dua kategori utama yang memiliki fungsi serta karakteristik pemanfaatan yang berbeda, yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi.
Kredit Modal Kerja hadir sebagai fasilitas pembiayaan jangka pendek yang dialokasikan khusus untuk mengamankan kegiatan operasional harian perusahaan agar tetap berjalan lancar. Perputaran dana operasional ini menjadi sangat krusial, mengingat sering kali muncul tantangan dalam siklus bisnis SME berupa jeda antara biaya produksi dan pembayaran yang akan diterima.
Melalui produk myLOAN, Bank Mayapada menyediakan variasi Kredit Modal Kerja yang cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan Anda, antara lain:
- Pinjaman Rekening Koran (PRK): Memberikan kebebasan penarikan dana harian sesuai perputaran dana operasional usaha.
- Pinjaman Tetap: Tersedia untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek yang penarikannya dan jangka waktu (tenor) pinjamannya bisa diatur sesuai kebutuhan dinamis perusahaan.
- Kredit Ekspor dan Impor: Fasilitas pembiayaan perdagangan internasional, termasuk penyediaan Trust Receipt (T/R) untuk mempermudah penebusan dokumen impor.
- Kredit Sindikasi: Solusi pembiayaan bersama yang dikucurkan oleh dua bank atau lebih untuk mendanai proyek bisnis berskala besar.
Sementara itu, perusahaan yang berencana meningkatkan dan memperluas usaha dalam jangka menengah hingga panjang, Kredit Investasi dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan fasilitas ini perusahaan dapat menambah aset tetap maupun memodernisasi aset tetap untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.
Melalui opsi Pinjaman Tetap Angsuran di dalam myLOAN, para pelaku SME dapat memanfaatkannya untuk membeli mesin-mesin produksi dengan teknologi terbaru, membangun gudang penyimpanan, memperluas area pabrik, hingga menambah armada transportasi guna memperlebar sayap jaringan pengiriman barang ke wilayah baru.
Memperkuat Jaringan Bisnis Melalui Trade Finance
Daya tarik utama yang ditawarkan oleh skema myLOAN ini tidak hanya berhenti pada penyediaan modal usaha, tetapi juga mengusung prinsip pertumbuhan bersama yang berbasis jaringan atau ekosistem bisnis. Dengan kemitraan bersama Bank Mayapada ini, perusahaan beserta mitra kerja atau vendor akan memperoleh kemudahan layanan perbankan. Selain itu, tersedia layanan pembayaran terintegrasi yang efisien untuk menjamin kelancaran perputaran uang para mitra kerja.
Bagi perusahaan yang memiliki ruang lingkup operasional lebih luas hingga ke pasar mancanegara, Bank Mayapada juga menyediakan fasilitas perdagangan (trade finance) berupa:
- Standby Letter of Credit (SBLC): Jaminan tertulis dari bank untuk memperlancar transaksi sekaligus memitigasi risiko gagal janji (wanprestasi). Ini serupa dengan Bank Garansi, namun untuk transaksi cross border atau antar negara.
- Letter of Credit (L/C): Instrumen pembayaran perdagangan internasional yang tersedia dalam bentuk L/C Sight (pembayaran langsung) maupun L/C Usance (pembayaran berjangka).
Persiapan Penting Sebelum Mengajukan Pembiayaan
Sebagai penerapan prinsip kehati-hatian, Bank Mayapada akan melakukan proses penilaian terhadap pengajuan kredit. Ada beberapa aspek fundamental yang wajib dipersiapkan dengan matang oleh para pemilik bisnis agar proses pengajuan kredit SME ini berjalan lancar.
Pertama, aspek legalitas dan dokumen resmi perusahaan seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan, hingga akta pendirian perusahaan beserta seluruh perubahannya, dan dokumen pendukung lainnya yang masih berlaku.
Kedua, kejelasan laporan keuangan memegang peranan yang sangat vital, bank akan meninjau performa keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir untuk mengukur kemampuan pembayaran dan kesehatan arus kas.
Terakhir, pengusaha juga perlu memaparkan rencana bisnis yang jelas agar bank bisa melihat proyeksi secara terukur untuk perkembangan usaha.
Keunggulan lain yang membuat myLOAN layak menjadi pertimbangan utama adalah penawaran tingkat suku bunga yang kompetitif guna menekan beban biaya keuangan perusahaan. Nasabah juga mendapatkan fasilitas konsultasi langsung mengenai perkembangan usaha, sehingga bank berperan sebagai mitra dalam mendukung pertumbuhan bisnis/usaha nasabah.
Bagi Anda yang ingin mencari solusi pembiayaan untuk mendorong perkembangan bisnis SME, Anda dapat mengakses informasi mengenai produk myLOAN atau menghubungi layanan myCALL di 1500029 atau mengunjungi kantor cabang Bank Mayapada terdekat di kota Anda.











