Bikin Elus Dada, BNN Bongkar Alasan Mengapa Jaringan Narkoba Kini Nekat Lawan Polisi

Diana Medium.jpeg

Rabu, 8 Juli 2026 – 02:02 WIB

Lokasi penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalteng, Kamis (2/7/2026). (Foto: Wartabanjar)

Lokasi penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalteng, Kamis (2/7/2026). (Foto: Wartabanjar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai gugurnya tiga anggota Polri saat mengungkap kasus peredaran narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, menjadi bukti bahwa jaringan narkoba kini semakin berani melakukan perlawanan terhadap aparat penegak hukum.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Didik Hariyanto mengatakan, insiden yang terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Rabu (1/7/2026) menunjukkan tingginya tingkat resistensi jaringan peredaran gelap narkotika.

“Gugurnya tiga personel Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika menjadi bukti nyata bahwa jaringan peredaran gelap narkotika memiliki tingkat perlawanan yang sangat tinggi,” kata Didik dalam keterangannya yang diterima inilah.com, Selasa (7/7).

Menurut Didik, para pelaku tidak lagi ragu melakukan perlawanan terbuka terhadap aparat. Bahkan, jaringan peredaran narkotika kini disebut telah merambah hingga ke wilayah pedesaan.

Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, BNN bersama Polri menggelar operasi gabungan (joint operation) untuk memburu para pelaku sekaligus membongkar jaringan yang terlibat.

“Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, BNN RI bersama Polri melaksanakan joint operation guna memburu para pelaku dan menindak jaringan yang terlibat,” ujarnya.

BNN juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel Polri yang sedang menjalankan tugas negara serta mengecam segala bentuk kekerasan terhadap aparat penegak hukum.

“BNN berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Polri dan para aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya demi melindungi masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa,” kata Didik.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh dalam penanganan kasus tersebut.

Awalnya, operasi penggerebekan bandar narkoba di Katingan dilaporkan mengakibatkan Aipda Yudhi Perdana Putra gugur. Sementara dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang.

Keduanya kemudian ditemukan tim gabungan pencarian dan penyelamatan di aliran sungai di wilayah tersebut dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah personel Polri yang gugur dalam operasi pemberantasan narkotika di Katingan bertambah menjadi tiga orang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang