Aturan Main Makin Jelas, Bursa Kripto Global Mulai Banjiri Pasar Investasi RI

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 3 Juli 2026 – 17:46 WIB

Penuhi standar kepatuhan regulasi OJK dan anti pencucian uang, kolaborasi lintas negara sukses hadirkan platform transaksi aset digital yang aman dan transparan. (Foto: BTSE)

Penuhi standar kepatuhan regulasi OJK dan anti pencucian uang, kolaborasi lintas negara sukses hadirkan platform transaksi aset digital yang aman dan transparan. (Foto: BTSE)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Lanskap investasi aset digital di Indonesia kian kompetitif dengan hadirnya pemain baru yang telah mengantongi izin resmi dari pemerintah. Penyedia solusi perdagangan aset blockchain terkemuka, BTSE Group, resmi mengumumkan peluncuran BTSE Indonesia.

Platform bursa aset kripto teregulasi ini lahir melalui skema perusahaan patungan (joint venture) antara BTSE Group dengan PT Aset Kripto Internasional. Peluncuran ini sekaligus menandai transformasi atau rebranding dari NVX, salah satu platform aset digital lokal yang telah lebih dulu beroperasi di Tanah Air.

Dalam struktur kerja sama tersebut, BTSE Group mengambil peran strategis sebagai penyedia infrastruktur teknologi perdagangan kelas dunia, termasuk pasokan likuiditas yang mendalam guna memastikan kelancaran transaksi pengguna. Di sisi lain, mitra lokal akan berfokus pada strategi akuisisi pengguna, pemasaran, kemitraan, serta memanfaatkan kedekatan relasi pasar untuk mempercepat laju pertumbuhan bisnis di Indonesia.

BTSE Indonesia dipastikan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). Legalitas ini memberikan jaminan perlindungan aset pelanggan, kepatuhan terhadap regulasi anti-pencucian uang, serta transparansi operasional.

Berkat perizinan tersebut, platform ini dapat terintegrasi langsung dengan bank-bank lokal dan penyedia gerbang pembayaran (payment gateway). Pengguna kini dapat menikmati layanan deposit, penarikan, hingga konversi mata uang Rupiah (IDR), lengkap dengan pasangan perdagangan dalam denominasi Rupiah. Ke depan, BTSE Indonesia juga membidik potensi layanan lanjutan seperti perdagangan berjangka (futures), menyesuaikan dengan koridor regulasi otoritas terkait.

Chief Operating Officer BTSE Group, Jeff Mei, menilai Indonesia memiliki seluruh prasyarat yang dibutuhkan untuk menjadi pusat kripto raksasa berikutnya di kawasan Asia.

“Indonesia memiliki populasi, permintaan, dan kini kerangka regulasi yang jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah kombinasi yang tepat antara infrastruktur global dan keahlian lokal. Itulah tepatnya yang dihadirkan oleh joint venture ini,” ungkap Jeff Mei dalam keterangannya.

Senada dengan hal tersebut, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia, Stephanie Kusnadi, menegaskan bahwa integrasi ini membuka babak baru bagi ekosistem aset digital di Tanah Air.

“Dengan keahlian lokal yang mendalam serta dukungan dari salah satu exchange global terkemuka, BTSE Indonesia berada pada posisi yang unik untuk menghadirkan platform perdagangan yang aman, kompetitif, dan mematuhi regulasi. Kami antusias menghadirkan standar global kepada pengguna serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkas Stephanie.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang