Garda Revolusi Iran Siaga Tempur! Bersiap Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Nebby Medium.jpeg

Jumat, 19 Juni 2026 – 22:45 WIB

Ilustrasi bendera AS dan Iran. (Foto: IRNA)

Ilustrasi bendera AS dan Iran. (Foto: IRNA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan kesiapannya untuk kembali terlibat dalam operasi militer apabila Amerika Serikat, Israel, maupun sekutunya melancarkan agresi baru terhadap Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan IRGC pada Jumat (19/6/2026), di tengah perkembangan terbaru hubungan Iran dan Amerika Serikat yang telah menyepakati langkah penghentian konflik bersenjata.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan seluruh unsur kekuatan militer Iran tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

“Jika musuh yang licik kembali berupaya memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak-hak rakyat Iran, para pejuang Korps Garda Revolusi Islam—baik di darat, laut, maupun udara, serta di seluruh ranah peperangan hibrida—dengan berbekal pengalaman dari berbagai pertempuran dan siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang berani dan bijaksana,” demikian kutipan pernyataan tersebut yang disiarkan kantor berita IRNA.

Selain menegaskan kesiapan tempur, IRGC juga mengklaim mampu memberikan respons yang lebih besar apabila konflik kembali pecah. Menurut mereka, pihak yang menyerang Iran berpotensi menghadapi kekalahan yang lebih berat dibandingkan konfrontasi sebelumnya.

Pernyataan itu muncul setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Berdasarkan laporan yang beredar, kedua negara menandatangani sebuah memorandum secara jarak jauh pada malam menjelang 18 Juni. Dokumen tersebut menjadi dasar penghentian konflik sekaligus membuka jalan bagi proses perundingan lanjutan.

Dalam memorandum itu, Iran dan Amerika Serikat diberikan waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan kebijakan sanksi yang diberlakukan Washington terhadap Teheran.

Kesepakatan tersebut juga mengatur sejumlah langkah lanjutan, termasuk jadwal pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat serta pemulihan aktivitas pelayaran Iran di kawasan Selat Hormuz.

Meski demikian, pernyataan terbaru IRGC menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan kewaspadaan tinggi dan belum sepenuhnya menurunkan kesiagaan militernya di tengah proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang