Ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri secara mengejutkan kalah di babak pertama Indonesia Open BWF Super 1000.
Padahal, duet Fajar/Fikri jadi tumpuan tuan rumah setelah menjadi finalis di Singapore Open Super 750 minggu lalu.
Fajar/Fikri kalah straight game 13-21, 14-21 dari pasangan China Chen Bo Yang/Liu Yi.
Kekalahan Terburuk
Usai laga yang berlangsung hanya 37 menit tersebut, Fajar mengungkapkan kekecewaannya.
“Mohon maaf kami belum bisa maju ke babak berikutnya. Hari ini mungkin bisa dibilang penampilan paling buruk sejak saya pasangan sama Fikri,” kata Fajar usai pertandingan.
“Lawan bermain sangat siap, sangat baik. Mereka bermain defense, balik serang. Mereka mempunyai defense yang sangat rapat dan serangan kami juga tidak bisa menembus mereka,” ujar Fajar.
Fajar/Fikri berusaha mempercepat penyelesaian reli. Namun, upaya tersebut justru menjadi bumerang karena mereka banyak melakukan kesalahan sendiri.
“Kami ingin cepat-cepat mematikan, malah jadi bumerang buat kami sendiri. Banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Fajar.
Perubahan Taktik dan Efektif
Tim pelatih sebenarnya sudah memberikan beberapa opsi perubahan strategi saat pertandingan berjalan. Fajar/Fikri juga sempat mencoba bermain lebih bertahan untuk keluar dari tekanan lawan.
Namun, strategi tersebut tidak berjalan maksimal karena bukan pola utama permainan mereka.
Sementara Chen/Liu tetap mampu menjaga tekanan dan tampil solid sepanjang pertandingan.“Dari pelatih tadi banyak beberapa opsi untuk mengubah strategi. Kami juga sudah mencoba bertahan dulu, tapi memang itu bukan strategi kami bermain. Kami sudah mencoba, tetapi serangan lawan juga bagus,” ujar Fajar.
Fikri juga mengakui bahwa dirinya dan Fajar sudah berusaha mencari jalan keluar sejak awal pertandingan. Akan tetapi, solidnya permainan Chen/Liu membuat mereka sulit keluar dari tekanan.
“Usaha pasti ada, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, defense mereka sangat kuat,” kata Fikri.
Kelelahan?
Fajar tidak mau alasan kekalahan memalukan di Istora karena padatnya jadwal turnamen. Fajar/Fikri bermain di Singapore Open 2026 sampai hari Minggu atau partai puncak. Setelah itu, mereka kembali ke Indonesia untuk istirahat dan pemulihan sebelum bertanding lagi hari Rabu.
“Kalau efek back to back turnamen itu sudah biasa, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak,” ujar Fajar.
Fikri juga mengakui bahwa dirinya dan Fajar sudah berusaha mencari jalan keluar sejak awal pertandingan. Akan tetapi, solidnya permainan Chen/Liu membuat mereka sulit keluar dari tekanan.
“Usaha pasti ada, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, defense mereka sangat kuat,” kata Fikri.
Kekalahan ini membuat Fajar/Fikri gagal melanjutkan tren positif setelah menjadi runner-up Singapore Open 2026 pada akhir pekan lalu.











