Majelis Syura PKS Dorong Generasi Muda Tingkatkan Kepedulian Sosial

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 30 Mei 2026 – 17:10 WIB

Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman mengajak generasi muda menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah tantangan ekonomi. (Foto: PKS)

Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman mengajak generasi muda menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah tantangan ekonomi. (Foto: PKS)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman, mengajak generasi muda menjadikan momentum Idul Adha sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, semangat berbagi, dan kebersamaan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sohibul Iman dalam Live Showcast “Syiar Zulhijjah 1447 H” Ismail Project yang digelar PKS pada Kamis (28/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Sohibul Iman menolak anggapan yang menyebut generasi muda sebagai kelompok yang hedonis dan individualistis. Menurutnya, stigma tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

“Saya selalu sampaikan kepada anak muda itu, kalian setuju enggak disebut generasi hedon? Kalian jangan menerima saja stigma yang diberikan orang-orang tua itu,” ujar Sohibul Iman.

Ia menilai berbagai penelitian justru menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Karena itu, anak muda diminta tidak menerima begitu saja label negatif yang disematkan kepada mereka.

Menurut Sohibul Iman, generasi muda harus mampu mendefinisikan dirinya sendiri sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungan, masyarakat, dan persoalan sosial di sekitarnya.

“Jangan mau didefinisikan generasi kolonial. Jangan mau didikte,” tegasnya.

Mantan Presiden PKS itu juga menyoroti kondisi ekonomi yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesulitan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kepedulian terhadap sesama.

Sebaliknya, menurut dia, semangat berbagi dan membantu orang lain justru semakin penting ketika banyak masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

“Jangan melihat diri kita yang susah, tapi orang lain yang susah. Justru kepedulian itu semakin relevan, semakin bermakna di saat ekonomi sedang bermasalah,” katanya.

Sohibul Iman menambahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha, seperti pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas sosial, perlu terus dihidupkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap momentum Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi sarana membangun empati sosial dan mempererat hubungan antaranggota masyarakat.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang