Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pengamat ekonomi dari Universitas Paramadia, Wijayanto Samirin menilai sebaiknya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berhati-hati dalam berucap, apalagi terkait wacana ingin memajaki Selat Malaka.
“Sebaiknya menkeu berhati-hati memberikan komentar di media, apa yang ia sampaikan menjadi perbincangan berbagai kalangan internasional,” jelas Wijayanto kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, dikutip Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pernyataan tersebut dapat memperburuk citra Indonesia dan menyulitkan upaya Presiden Prabowo Subianto dalam membawa Indonesia sebagai negara yang semakin dipandang oleh dunia.
“Salah-salah, statement tersebut bisa menyeret kita pada krisis diplomasi. Sebaiknya, Menkeu segera meralat statementnya secara terbuka, pak Presiden juga perlu mendisiplinkan anggota kabinetnya,” tegasnya.
Posisi Geografis Indonesia
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat melempar wacana “ofensif” terkait posisi geografis Indonesia. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya ingin Indonesia tidak lagi menjadi “penonton” di jalur perdagangan dunia.
“Seperti arahan Presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran. Kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia, tapi kapal lewat Selat Malaka tidak kita charge,” ujar Purbaya beberapa waktu lalu.
Meski wacana ini bertujuan memaksimalkan potensi ekonomi, tantangan koordinasi regional dengan Malaysia dan Singapura serta benturan dengan aturan internasional tetap menjadi batu sandungan utama yang harus diurai pemerintah.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













