Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja/foc/am.)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang boleh saja parkir di zona hijau pekan ini. Namun, di balik angka indeks yang tampak segar, ada rapor merah yang tak bisa ditutupi, investor asing masih rajin angkut koper. Sejak awal tahun 2026, dana asing senilai Rp39,86 triliun sudah angkat kaki dari pasar modal Indonesia.
Padahal, secara keseluruhan data perdagangan periode 13-17 April 2026 menunjukkan performa yang cukup oke. IHSG meningkat 2,35 persen dan mendarat di level 7.634,004.
P.H Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon, mencatat adanya gairah di pasar domestik, terutama dari volume transaksi harian.
“Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yaitu sebesar 33,12 persen menjadi 42,98 miliar lembar saham dari 32,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Valentina dalam keterangan resminya, Minggu (19/4/2026).
Aktivitas trading pun makin ramai. Frekuensi transaksi harian melonjak 32,71 persen menjadi 2,72 juta kali, sementara nilai transaksi harian menebal ke angka Rp20,36 triliun. Kapitalisasi pasar BEI bahkan sudah tembus Rp13.635 triliun.
Sayangnya, data positif itu belum cukup kuat menahan nafsu jual investor luar negeri. Pada perdagangan Jumat (17/4/2026) saja, asing mencatatkan nilai jual bersih alias net sell sebesar Rp931,61 miliar.
“Investor asing Jumat ini mencatatkan nilai jual bersih Rp931,61 miliar dan sepanjang 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp39,86 triliun,” tulis keterangan tersebut.
Jadi, meski pasar lokal terlihat ramai dan indeks merangkak naik, faktanya bursa kita masih ditinggal kabur dana asing dalam jumlah jumbo.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













