Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bersama Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani (belakang) di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto: Dok Bapanas).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog semakin menguat dari hasil panen produksi dalam negeri. Target serapan setara beras produksi dalam negeri sebanyak 4 juta ton menjadi penanda ketahanan pangan yang semakin kokoh.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebutkan stok CBP secara nasional per hari ini mencapai 4,7 juta ton. Capaian ini merupakan prestasi luar biasa yang berhasil diukir Perum Bulog karena menjadi rekor stok tertinggi.
“Yang jelas sekarang beras sudah selesai. Ini saya ke Bulog cuma datang untuk berterima kasih. Capaian hari ini, stok Bulog itu 4,7 juta ton. Ini sangat bagus,” ungkap Amran di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dalam catatan Bapanas, total stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog per 13 April telah mencapai 4,7 juta ton. Selain itu, dipastikan mayoritas stok beras bersumber dari penyerapan produksi dalam negeri.
Capaian ini merupakan yang tertinggi dan jika dibandingkan dengan awal April 2024 melonjak hingga 352,3 persen. Stok beras Bulog pada April 2024 berada di angka 1,04 juta ton dan masih terdapat pengadaan dari luar negeri.
Sementara jika dibandingkan dengan April 2025, stok beras Bulog saat ini juga tercatat meningkat hingga 75,3 persen. Total beras Bulog pada awal April 2025 berada di angka 2,68 juta ton.
Demi menampung stok beras 4,7 juta ton tersebut, Bulog telah melakukan kerja sama sewa pergudangan. Kendati demikian, Kepala Bapanas tetap menilai capaian ini sebagai prestasi luar biasa.
“Gudang Bulog ini sewa kapasitas 2 juta ton, karena dulu gudang kita hanya kapasitasnya 3 juta ton. Beras sampai hari ini 4,7 juta ton. Artinya yang disewakan itu sudah 1,7 juta ton dan itu prestasi luar biasa. Sekali lagi, saya terima kasih kepada seluruh Bulog dan jajarannya,” ucap Amran.
Ia turut memastikan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah petani tetap diimplementasikan untuk penyerapan setara beras sepanjang 2026 agar kesejahteraan petani tetap terjaga. “Tetap. kita jaga HPP di Rp 6.500 untuk gabah. Jadi insya Allah petani terjaga,” kata Amran.
Adapun HPP gabah Rp6.500 per kilogram (kg) tersebut telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029. Ketentuannya berlaku untuk gabah dengan berbagai kualitas yang telah memasuki masa panen di tingkat petani.
Sebagai bukti harga gabah petani tetap terjaga, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rerata harga pembelian gabah sepanjang 2025 tidak pernah berada di bawah Rp6.500 per kg. BPS mencatat harga terendah terjadi pada April 2025 dengan rerata Rp6.712 per kg.
Indeks harga yang diterima petani padi dalam data historis BPS juga konsisten berada di atas 140 poin sejak Juli 2025 hingga saat ini. Indeks terbaru pada Maret 2026 berada di level 144,52, lebih tinggi dibandingkan Maret tahun lalu yang berada di 137,94.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan, capaian realisasi serapan setara beras telah mencapai hampir separuh dari target nasional.
Ia bahkan memprediksi total stok beras Bulog bakal menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. “Capaian serapan Bulog sampai dengan hari ini tanggal 13 April 2026 adalah mencapai sekitar 48,7 persen, yang mana 48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras untuk serapan bulan April tanggal 13 ini,” jelas dia.
Apabila realisasi serapan setara beras dibandingkan dengan periode Januari–April tahun sebelumnya, capaian tahun ini sebesar 1,9 juta ton telah melampaui sekitar 6,5 persen dari periode yang sama. Adapun realisasi Januari–April 2025 tercatat mencapai 1,7 juta ton.
“Sedangkan untuk stok beras Bulog sampai tanggal 13 April 2026 ini adalah sebesar 4,727 juta ton. Nah ini prediksi kami dalam waktu dekat. Prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog,” tambah Rizal.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












