Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar saat peluit akhir dibunyikan selama pertandingan Liga Premier antara Brentford dan Arsenal di Gtech Community Stadium pada 12 Februari 2026 di Brentford, Inggris Raya. (Foto: Rob Newell – CameraSport via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kekalahan Arsenal 1-2 dari Bournemouth di kandang sendiri pada pekan ke-32 Liga Inggris 2025/26, Sabtu (11/4), memantik gelombang kekecewaan dari para pendukung The Gunners. Tak hanya mencemooh tim usai peluit panjang dibunyikan di Stadion Emirates, sebagian suporter bahkan mulai menuntut pemecatan pelatih kepala Mikel Arteta.
Suporter Emirates Mencemooh Tim
Dilansir dari Daily Mail, para suporter Arsenal yang hadir langsung di Stadion Emirates meluapkan kekecewaan mereka begitu laga usai. Cemoohan mengiringi langkah para pemain meninggalkan lapangan — sebuah momen yang jarang terjadi di hadapan pendukung sendiri.
Kekecewaan itu dinilai wajar. Dengan kekalahan ini, Arsenal membuang peluang emas untuk memperlebar jarak menjadi 12 poin atas Manchester City, yang baru akan bertanding melawan Chelsea pada Minggu (12/4).
Fans: Pecat Arteta, Arsenal Bisa Juara
Salah satu suporter Arsenal bernama Yardman secara terang-terangan menyuarakan tuntutan pemecatan Arteta seusai pertandingan. Ia meyakini bahwa skuad Arsenal sebenarnya cukup mumpuni untuk merebut gelar liga, namun tersandung oleh keputusan manajerial.
“Kita punya tim yang bagus tetapi manajernya payah. Kami bisa memenangkan liga jika memecat Mikel Arteta dan mencari manajer lain,” ujarnya.
Ia bahkan menghitung secara matematis keuntungan yang didapat jika Arsenal segera mengganti pelatih.
“Jika kita menyingkirkannya sekarang, kita akan unggul enam poin. Anggap saja kita unggul enam poin karena Man City bermain besok — katakanlah mereka mengalahkan Chelsea. Kami unggul enam poin,” lanjutnya.
Kekhawatiran Runner-up Keempat Kali Beruntun
Di balik tuntutan tersebut, ada kekhawatiran yang lebih dalam. Para pendukung Arsenal dibayangi skenario kelam — The Gunners kembali finis sebagai runner-up untuk keempat musim berturut-turut tanpa sekali pun mengangkat trofi Liga Inggris.
Ironisnya, Arsenal sejatinya masih bertengger di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan 70 poin dari 32 pertandingan, unggul sembilan angka dari Manchester City di posisi kedua. Namun laju tidak konsisten yang kerap ditunjukkan Arsenal di momen-momen krusial terus menjadi bahan kegelisahan pendukung.
Pertanyaan besar kini menggantung: apakah Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir musim, ataukah drama pahit musim-musim sebelumnya akan kembali terulang?
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













