Dengarkan Suara Pekerja Harian, Mentan Amran: Penyaluran Beras SPHP 2 Kg Masuk Tahap Desain

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 5 April 2026 – 22:23 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama jajaran Bulog di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (Foto: ANTARA/Harianto).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama jajaran Bulog di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (Foto: ANTARA/Harianto).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berukuran 2 kilogram (kg) saat ini masih dalam tahap desain.

Hal itu disampaikan Amran di sela peninjauan Gudang Bulog Panaikang, didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (5/4/2026).

Ia mengatakan, beras SPHP sebenarnya sudah mulai disalurkan kepada masyarakat dalam kemasan 5 kg. Sementara itu, kemasan lebih kecil 2 kg tengah dipersiapkan sebagai penyesuaian terhadap kebutuhan riil di lapangan.

“Beras SPHP (kemasan 5 kg) sudah disalurkan sekarang. Yang beras kemasan lebih kecil (2 kg) masih didesain, itu akan cepat,” kata Amran.

Menurutnya, begitu desain kemasan 2 kg rampung, proses persetujuan akan langsung dilakukan tanpa penundaan. Ia bahkan menegaskan siap menandatangani pada hari yang sama demi mempercepat distribusi.

“Begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan,” ujarnya.

Amran menekankan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, sesuai arahan Presiden.

Terkait harga, ia memastikan beras SPHP kemasan 2 kg tetap dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, sehingga tetap terjangkau tanpa perbedaan harga.

Ia juga memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini dalam kondisi aman untuk menopang program SPHP sepanjang 2026.

“Yang jelas bantuan pangan sudah kami salurkan. Beras tersedia cukup, tinggal pengaturan kemasan saja,” tuturnya.

Amran menambahkan, pengadaan kemasan kecil ini didasarkan pada aspirasi masyarakat, terutama pekerja harian, sehingga pemerintah berupaya menghadirkan opsi yang lebih fleksibel.

“Ini permintaan masyarakat. Bukan dari Bulog atau Bapanas. Kalau rakyat butuh, kita hadir. Ada buruh harian dan berbagai kelompok yang membutuhkan kemasan kecil,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras SPHP akan dilakukan sepanjang 2026 dengan target 828 ribu ton guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional.

Rizal menjelaskan, penugasan tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026.

“Dasar hukum penugasan kami sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026. Total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus disalurkan,” kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, penyaluran dilakukan langsung oleh Bulog ke pasar rakyat agar harga tetap terkendali dan terjangkau.

Beras yang disalurkan saat ini dikemas dalam ukuran 5 kg dengan kualitas beras medium, tingkat pecahan sekitar 25 persen, dan kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Ke depan, kemasan 2 kg akan segera menyusul setelah tahap desain rampung.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang