Lebih dari Sekadar Pelesiran, Turis Mancanegara Sulap PIK Jadi ‘Surga’ Jastip

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 2 April 2026 – 23:45 WIB

PIK Avenue, salah satu pusat perbelanjaan (mal) premium dan gaya hidup yang berlokasi strategis di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. (Foto: pikavenue.com)

PIK Avenue, salah satu pusat perbelanjaan (mal) premium dan gaya hidup yang berlokasi strategis di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. (Foto: pikavenue.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, kini tak lagi sekadar destinasi wisata visual dan kuliner. Derasnya arus wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Malaysia, sukses mengubah wajah PIK menjadi episentrum belanja sekaligus roda penggerak ekonomi informal melalui fenomena jasa titip (jastip).

Tourism Planning PIK Tourism Board, Ricky Adiputra, membenarkan adanya pergeseran perilaku turis asing tersebut. Menurutnya, wisman asal negeri jiran kini tidak hanya datang sebagai pelancong pasif, tetapi bertransformasi menjadi konsumen aktif yang memborong produk-produk lokal.

“Belanja itu sudah seperti agenda wajib bagi wisatawan Malaysia saat ke PIK,” ujar Ricky dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/4/2026).

Gairah UMKM di By The Sea

Titik sentral dari pergerakan ekonomi ini berpusat di kawasan By The Sea PIK. Dengan konsep ritel ruang terbuka (open-air retail) bernuansa tropis, kawasan ini menawarkan pengalaman belanja yang berbeda dari mal konvensional pada umumnya.

Ricky membeberkan, para turis bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk keluar-masuk gerai (tenant) lokal. Menariknya, barang-barang yang diborong tersebut tidak melulu untuk konsumsi pribadi.

“Mereka bisa menghabiskan waktu dari siang sampai sore hanya untuk berburu produk lokal. Tidak sedikit yang kemudian membuka jastip untuk dibawa kembali ke Malaysia,” tambah Ricky.

Fenomena ‘turis merangkap kurir jastip’ ini secara langsung menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian, khususnya mendongkrak omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang membuka gerai di kawasan tersebut.

Kejar Target 31 Juta Kunjungan

Secara makro, geliat ekonomi di PIK berbanding lurus dengan lonjakan jumlah pengunjung. Pada tahun 2025, PIK sukses mencatatkan angka impresif dengan 18 juta kunjungan. Menatap tahun 2026, pengelola mematok target ambisius, yakni menembus 31 juta kunjungan.

Target tersebut dinilai realistis mengingat masifnya integrasi infrastruktur di kawasan pesisir Jakarta ini. Aksesibilitas yang mumpuni, mulai dari konektivitas jalan tol, transportasi umum seperti TransJakarta rute T31, hingga integrasi antardestinasi yang mulus, menjadi katalisator utamanya.

Tak hanya turis Malaysia, daya tarik PIK juga memikat segmentasi wisman lain. Turis asal Brunei Darussalam tercatat memiliki ketertarikan tinggi untuk memborong produk tas lokal buatan anak bangsa.

Di sisi lain, kawasan bergengsi ini juga menjadi magnet bagi pelaku bisnis internasional. Wisatawan asal Tiongkok dan Taiwan kerap menjadikan PIK sebagai titik temu strategis untuk agenda bisnis dan memperluas jaringan (networking).

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang