Dalih Pelatih St Kitts dan Nevis Usai Dibantai Timnas Indonesia 4-0 di GBK

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 28 Maret 2026 – 06:42 WIB

Pesepak bola Timnas Indonesia Eliano Reijnders (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Saint Kitts and Nevis Daron Thomas (kanan) saat pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Foto: Antara)

Pesepak bola Timnas Indonesia Eliano Reijnders (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Saint Kitts and Nevis Daron Thomas (kanan) saat pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Kepala Saint Kitts dan Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano, angkat bicara usai timnya menelan kekalahan telak 0-4 dari Timnas Indonesia pada laga pembuka FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (27/3) malam.

Menurut Marcelo, dua gol awal skuad Garuda yang lahir dari kesalahan identik di lini pertahanan menjadi titik balik yang menghancurkan ritme permainan tim asuhannya.

Padahal, pelatih asal Brasil itu menilai timnya mengawali laga dengan sangat baik. Organisasi permainan berjalan sesuai rencana, setidaknya pada 15 hingga 20 menit pertama babak pertama.

“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ujar Marcelo dalam sesi jumpa pers usai laga.

Namun, soliditas itu runtuh seketika saat Beckham Putra sukses mencetak dua gol beruntun pada menit ke-15 dan ke-25, memanfaatkan celah di lini belakang. Penderitaan tim tamu kemudian diperparah oleh gol tambahan dari Ole Romeny (52′) dan Mauro Zijlstra (74′).

“Dua gol awal itu datang dari kesalahan yang identik. Lini belakang kami sedikit kehilangan organisasi, dan mereka (Indonesia) mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik,” sesal Marcelo.

Pelatih timnas St Kitts and Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano (kiri) dan asisten pelatih Vitor Tinoco (kanan) menghadiri jumpa pers setelah pertandingan FIFA Series 2026 melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Krisis Lini Belakang dan Tim Dadakan

Kekacauan di lini pertahanan Saint Kitts dan Nevis rupanya tak lepas dari kondisi skuad yang pincang. Asisten pelatih Vitor Tinoco—yang juga merupakan bagian dari staf kepelatihan klub Liga 1, Persik Kediri—mengungkapkan bahwa timnya datang ke Jakarta tanpa sejumlah pilar utama.

“Kami tidak bisa membawa beberapa pemain utama, terutama di lini belakang. Kami bermain dengan tiga bek yang bukan bek tengah asli, jadi tentu ada kesalahan,” jelas Vitor.

Lebih lanjut, ia menyebut persiapan tim sangat minim karena skuad dan staf pelatih baru pertama kali berkumpul secara langsung jelang turnamen ini.

Mentalitas Tetap Terjaga

Meski harus menelan kekalahan pahit empat gol tanpa balas, Marcelo memastikan mental anak asuhnya tidak hancur. Ia menolak menyalahkan individu dan memilih fokus menatap laga selanjutnya.

“Saya tidak melihat masalah dari sisi mental. Para pemain tetap menegakkan kepala mereka. Kami tidak bisa menghukum seluruh tim hanya karena dua kesalahan individu,” tegas Marcelo.

Saint Kitts dan Nevis kini bertekad menjadikan hasil minor melawan Indonesia sebagai bahan evaluasi penting sebelum menghadapi Kepulauan Solomon pada pertandingan kedua, Senin (30/3) mendatang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang