Pelatih kepala SS Lazio, Maurizio Sarri, saat pertandingan Serie A antara SS Lazio dan Bologna FC 1909 di Stadio Olimpico pada 7 Desember 2025 di Roma, Italia. (Foto oleh Marco Rosi – SS Lazio/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tensi panas menyelimuti internal Lazio jelang laga pekan ke-28 Serie A melawan Sassuolo di Stadio Olimpico. Pelatih kepala Biancocelesti, Maurizio Sarri, secara terbuka melontarkan kritik keras kepada Presiden Klub, Claudio Lotito, terkait kebijakan transfer di bursa musim dingin lalu.
Kemarahan Sarri dipicu oleh krisis penjaga gawang yang kini menimpa timnya. Kiper utama Lazio, Ivan Provedel, dipastikan absen hingga akhir musim setelah harus menjalani operasi bahu akibat robek tendon.
Penjualan Mandas dan Debut Terpaksa Edoardo Motta
Situasi ini menjadi krusial karena Lazio telah melepas kiper pelapis mereka, Christos Mandas, ke klub Liga Inggris, Bournemouth, pada bursa transfer Januari lalu. Mandas dilepas dengan status pinjaman senilai €1,5 juta, disertai opsi pembelian permanen sebesar €18,5 juta.
Kini, dengan cederanya Provedel dan perginya Mandas, Sarri terpaksa memberikan debut Serie A kepada kiper muda berusia 21 tahun, Edoardo Motta, yang baru didatangkan dari Reggina pada bulan Januari.
“Ini (cederanya Provedel) jelas merupakan kehilangan besar. Saya sangat menentang keputusan untuk menjual Mandas. Sekarang kami memiliki pemain muda dengan beberapa kualitas, kita akan melihat apa yang dia lakukan di lapangan,” tegas Sarri meluapkan kekesalannya kepada Sky Sport Italia.
Ironisnya, Mandas sendiri belum mencatatkan debut bersama Bournemouth sejak kepindahannya.
Inkonsistensi Performa dan Ancaman Sassuolo
Selain masalah krisis kiper, Sarri juga dipusingkan dengan inkonsistensi performa timnya. Berbeda dengan penampilan spektakuler di Coppa Italia saat menahan imbang Atalanta 2-2 di leg pertama semifinal, Lazio justru tampil loyo di Serie A dengan hanya meraup satu poin dari tiga laga terakhir.
“Kami memiliki perbedaan statistik yang luar biasa antara hari Minggu dan Rabu, dan itu benar-benar sulit dijelaskan. Ini semua tentang perbedaan sikap yang dimiliki tim di dua laga tersebut,” ujar mantan pelatih Chelsea dan Juventus itu.
Lazio kini harus menghadapi Sassuolo, tim promosi yang tampil mengejutkan dan kini berada di atas Lazio dalam papan klasemen, berjuang memperebutkan peringkat kedelapan.
Sarri mengakui bahwa ia sudah menduga Sassuolo akan tampil kuat karena memiliki identitas permainan yang jelas sejak awal musim.
Pemboikotan Fans Tuan Rumah
Situasi di ibu kota Italia semakin suram dengan adanya boikot berkelanjutan dari kelompok ultras Lazio. Para pendukung garis keras tersebut telah meninggalkan tribun Stadio Olimpico dalam empat laga kandang terakhir sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Presiden Lotito.
Sarri mendesak pihak manajemen untuk segera menyelesaikan konflik ini.
“Ini menyedihkan, mengerikan, dan sudah saatnya klub melakukan sesuatu mengenai hal ini,” tutup Sarri kepada DAZN Italia.
Rangkuman Situasi Internal Lazio
Krisis Cedera: Ivan Provedel (Kiper Utama) absen hingga akhir musim karena operasi bahu.
Kontroversi Transfer: Sarri marah karena klub menjual kiper pelapis Christos Mandas ke Bournemouth (€1,5 juta + opsi €18,5 juta) di bulan Januari.
Solusi Darurat: Edoardo Motta (21 tahun) terpaksa melakoni debut di Serie A.
Masalah Non-Teknis: Ultras Lazio memboikot 4 laga kandang terakhir di Stadio Olimpico untuk memprotes Presiden Claudio Lotito.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









