Tak Hanya Bikin Tekor 28 Bank, Aksi Poles Lapkeu Sritex Bikin Raja Saham LKH Rugi Rp30 M

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 7 Maret 2026 – 01:09 WIB

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan yang belum lama ini dinyatakan pailit. (Foto: Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Bojonegoro)

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan yang belum lama ini dinyatakan pailit. (Foto: Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Bojonegoro)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Seiring berjalannya waktu, kebobrokan tata kelola PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex mulai terbongkar. Biang keroknya laporan keuangan (lapkeu) yang dipoles sebagus mungkin.

Akibatnya, sebanyak 28 bank yang kena kibul lapkeu hasil ‘sulapan’ Sritex yang harus menanggung rugi karena kredit yang digelontorkan saat ini tak terbayar alias macet. Tak berhenti di situ, Lo Kheng Hong (LKH) yang dikenal sebagai investor saham kenamaan, kena kibul juga.

Alhasil, pengusaha pasar modal yang dijuluki ‘Warren Buffet’ Indonesia itu, harus menanggung tekor hingga Rp30 miliar. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, LKH mengempit saham Sritex sebanyak 209.339.500 lembar. Atau setara 1,02 persen saham yang beredar di publik.

Harga saham Sritex terus ambruk hingga saat ini dibanderol senilai Rp146 per lembar. Jika diakumulasikan dengan total kepemilikan sahamnya mencapai Rp30,56 miliar. Intinya, saham SRIL ini justru membuat LKH harus meregung buntung yang lumayan gede. 

Diketahui, BEI telah menghentikan perdagangan saham Sritex sejak 18 Mei 2021, karena sejumlah faktor. Karena ya itu tadi, laporan keuangan sarat rekayasa alias polesan. Di mana, ekuitasnya negatif namun dituliskan positif serta status pailit yang disandang Sritex sejak Oktober 2024.

Sejak paruh pertama 2024, sedikitnya 28 bank memiliki tagihan kredit jangka panjang kepada Sritex. Dari 28 bank tersebut, SRIL paling banyak memiliki kredit dari BCA.

Diketahui, utang bank jangka panjang SRIL ke BCA mencapai US$71,30 juta atau sekitar Rp1,11 triliun. BCA juga memiliki tagihan utang bank jangka pendek sebesar US$11,37 juta di SRIL.

Masih di pos utang bank jangka panjang, di posisi kedua terdapat State Bank of India, Cabang Singapura dengan total kredit sebesar US$43,89 juta. Selanjutnya, di posisi ketiga ada PT Bank QNB Indonesia dengan nilai sebesar US$36,94 juta.

Lebih jauh, Citibank NA, Indonesia berada di posisi keempat dengan total kredit sebesar US$35,83 juta. Sementara di posisi kelima, PT Bank Mizuho Indonesia ikut masuk dalam daftar kreditur Sritex dengan akumulasi kredit sebesar US$33,7 juta.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang