Pesan Menohok Bos LPDP untuk Alumni ‘Kacang Lupa Kulit’: Ingat Lu Pakai Duit Pajak!

Clara Medium.jpeg

Rabu, 25 Februari 2026 – 22:00 WIB

Dwi Sasetyaningyas dan suami, Arya Iwantoro (Foto: Instagram / sasetyaningtya)

Dwi Sasetyaningyas dan suami, Arya Iwantoro (Foto: Instagram / sasetyaningtya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto memberikan pesan menohok bagi para alumni penerima beasiswa negara, buntut ulah salah satu alumni, Dwi Sasetyaningtyas (DS), viral di media sosial karena pernyataannya yang dianggap merendahkan kewarganegaraan Indonesia.

“Alumni LPDP tolong kedepan untuk bisa menjaga etika, moral dan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Sudarto saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sudarto mengingatkan para awardee agar tidak lupa daratan. Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan tinggi yang mereka nikmati, mulai dari S2 hingga postdoc, dibiayai sepenuhnya oleh keringat rakyat.

“Bahwa sekali lagi anda semuanya bisa berpendidikan tinggi, S2, S3, postdoc ataupun fellowship atau pun kegiatan lainnya yang disupport LPDP itu dari uang rakyat,” katanya.

Bahkan, saking geramnya dengan polah alumni yang enggan mengabdi, Sudarto memplesetkan singkatan LPDP menjadi jargon baru yang cukup ngenes. “Ada jargon LPDP, lu pake duit pajak, ingat itu. Lu pake duit pajak (LPDP),” tegas dia.

Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan beasiswa ini murni karena kepercayaan masyarakat terhadap negara. “Dan bahwa LPDP ini dibentuk terbentuk berjalan terus karena kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Ancaman Blacklist dan Tagihan Bunga

Senada dengan Sudarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memberikan peringatan keras. Ia tak habis pikir ada penerima beasiswa yang justru menghina negara setelah sukses sekolah di luar negeri. Polemik ini bermula dari unggahan DS yang ingin anak-anaknya memiliki paspor asing. “I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” tulis DS dalam unggahannya.

“Itu uang dari pajak (rakyat) dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan sumber SDM kita tumbuh. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara, ya kita minta uangnya dengan bunganya kalau gitu,” tegas Purbaya di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dan bakal menegakkan aturan main di LPDP. “Pada dasarnya begini, hal seperti itu yang kami sesalkan. Jadi kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP sehingga yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya ke LPDP,” ujarnya.

Kabar terbaru, suami DS yang berinisial AP dilaporkan sudah berkomunikasi dengan Dirut LPDP dan sepakat untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa yang telah digunakan. “Pak Dirut LPDP sudah bicara dengan suami (DS) dan dia (AP) sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai dari LPDP termasuk bunganya. Saya harap ke depan, teman-teman yang dapat pinjaman LPDP jangan menghina-hina negara,” imbuh Purbaya.

Tak cukup dengan ganti rugi, sang Bendahara Negara ini juga mempertimbangkan langkah “sanksi sosial” berupa pencantuman nama dalam daftar hitam (blacklist) di seluruh instansi pemerintah bagi mereka yang melanggar komitmen dan etika sebagai penerima beasiswa negara.