Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: ANTARA/Muhammad Heriyanto/am).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Publik dihebohkan dengan maraknya praktik goreng-menggoreng saham di pasar saham di Indonesia. Lebih kaget lagi, banyak pegiat media sosial (medsos) alias influencer yang terseret kasusnya. Pantas saja banyak investor yang mulai tak percaya dengan perdagangan di bursa saham Indonesia.
Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengantongi 32 kasus dugaan pelanggaran pasar modal yang dilakukan influencer. Modusnya kebanyakan sama, yakni manipulasi harga saham.
Pada 20 Februari 2026, OJK mengumumkan telah memberikan denda administrasi sebesar Rp5,25 miliar kepada pegiat sosial media dengan inisial BVN karena melakukan manipulasi harga perdagangan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan OJK, BVN terbukti melakukan pelanggaran pada kasus perdagangan saham. Pertama, saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) periode 1–27 September 2021 dan 8 November–29 Desember 2021.
Lalu saham PT MD Pictures Tbk (FILM) pada periode 12 Januari–27 Desember 2021. BVN juga terbukti melakukan pelanggaran pada perdagangan saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) di periode 8 Maret–17 Juni 2022.
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan, saat ini, OJK masih terus mendalami 32 influencer untuk kasus serupa.
“Belum ada kesimpulan jenis pelanggarannya, tetapi pelanggaran di pasar modal kurang lebih kelompoknya di Pasal 90 Undang-Undangan Pasar Modal,” kata Hasan di Jakarta, dikutip Minggu (22/2/2026).
Hasan menegaskan, sebanyak 32 influencer itu, bukan karena tebang pilih. Namun, karena memenuhi unsur awal. Namun hasilnya seperti apa, terbukti atau tidak harus dibuktikan dalam rangkaian pemeriksaan.
“Tentu kami juga punya asa praduga tidak bersalah, tetapi pada saat kami punya keyakinan dan dapat membuktikan melalui pemeriksaan dan pembuktian data,” ucap Hasan.
Profil Belvin Tannadi

Belvin Tannadi merupakan influencer saham yang memiliki sedikitnya 1,7 juta followers di akun Instagram @belvinvvip.
Pria asal Medan, Sumatera Utara ini, memulai karier bukan dari latar belakang keuangan. Dia lulusan sastra China dari STBA Persahabatan Internasional Asia.
Ketertarikannya pada dunia saham, muncul dari keinginan membangun aset jangka panjang untuk masa depan.
Pertama kali berinvestasi pada 2014, modal awal sekitar Rp12 juta. Dia memilih saham karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan instrumen lain seperti obligasi atau reksa dana. Selanjutnya, Belvin mendirikan PT Ilmu Saham Indonesia, perusahaan startup di bidang edukasi pasar modal.
Perusahaan ini meluncurkan aplikasi “Ilmu Saham” pada 18 Juni 2022 untuk memudahkan investor pemula belajar investasi dan trading melalui video edukasi, analisis harian pasar, dan materi yang mudah dicerna.
Belvin kerap membagikan tips kepada para pemula yang mulai melirik dunia crypto atau saham. Penulis buku berjudul Ilmu Saham itu mengingatkan agar tidak terburu-buru, dan memulai dari nilai kecil.
Belvin juga menyarankan agar uang yang dipakai untuk mulai berinvestasi dan belajar tentang saham dan crypto adalah uang dingin, atau hasil sendiri.













