Tampilan dua pegawai Indomaret dan Alfamart (Foto: Instagram)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret dinilai perlu dievaluasi jika koperasi desa Merah Putih benar-benar ingin dijadikan tulang punggung ekonomi rakyat.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bicara blak-blakan. Menurutnya, kalau koperasi desa Merah Putih sudah berjalan, pemerintah tak bisa membiarkan izin minimarket modern terus bertambah.
Ekspansi ritel modern selama ini menciptakan ketimpangan yang mengancam kemandirian ekonomi desa.
“Buat apa kita membangun kopdes, tetapi Alfamart dan Indomaret terus merajalela. Itu artinya tidak adil,” tegasnya, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Ia menilai dominasi lebih dari 20.000 gerai ritel modern mencerminkan kekuatan ekonomi yang terlalu besar dan berpotensi monopoli.
Yandri menekankan, keberpihakan pemerintah harus nyata, bukan sekadar slogan. Jika kopdes didorong sebagai tulang punggung ekonomi desa, maka kebijakan perizinan ritel modern harus dikoreksi.
“Kopdes jalan, Alfamart dan Indomaret cukup sampai di situ,” ujarnya lugas di hadapan anggota DPR.
Nada serupa datang dari Ketua Komisi V DPR Lasarus. Ia mengingatkan, dana desa dan infrastruktur memang sudah digelontorkan besar-besaran, tapi angka kemiskinan desa belum turun signifikan. Pergerakannya lambat.
Menurut Lasarus, persoalannya bukan melulu soal anggaran. Peluang ekonomi bagi warga desa belum benar-benar terbuka. Ia menyinggung soal kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, hingga faktor kekuasaan yang ikut memengaruhi dinamika ekonomi desa.
“Karena itu saya berharap, pak menteri harus ada roadmap untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini,” tegasnya.
Lasarus juga tak menutup mata, kebijakan semacam itu pasti mengundang resistensi dari pelaku usaha besar. Namun ia menegaskan, pemerintah dan DPR harus solid jika memang ingin berpihak pada rakyat desa.
“Bagaimana pemerintah mengambil kebijakan itu (penghentian Alfamart dan Indomaret), tentu saya yakin pak menteri akan menghadapi tantangan yang tidak ringan di luar,” tuturnya.











