NPL Dijaga Ketat, Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.895 Triliun hingga Desember 2025

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 5 Februari 2026 – 22:50 WIB

Tangkapan layar - Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menghadiri Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman).

Tangkapan layar – Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menghadiri Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk (Persero/BMRI), Mochamad Rizaldi menyampaikan, perseroan mencatatkan total kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.895 triliun hingga Desember 2025. Tumbuh 13,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Ia menuturkan, capaian itu termasuk kredit bank only yang mencapai Rp1.497 triliun, atau meningkat 14,2 persen secara tahunan. Capaian itu di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan yang berada di kisaran 9,69 persen (yoy).

“Pertumbuhan kredit yang kuat tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh dengan sehat sekitar 40 persen yoy,” ucap Mochamad Rizaldi di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia menyatakan, ekspansi kredit tersebut diimbangi dengan prinsip kehati-hatian yang ketat. Hal itu, terlihat dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang terjaga rendah di level 0,96 persen.

Kualitas aset juga membaik, tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) yang turun sebesar 0,76 persen yoy menjadi 6,05 persen.

Selain itu, disiplin manajemen risiko perseroan turut menjaga biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) bank only, berada di level optimal, yakni 0,34 persen pada 2025.
Bank Mandiri juga menyiapkan pencadangan yang kuat dengan NPL coverage ratio di level 253 persen untuk mengantisipasi potensi risiko.

Rizaldi menyampaikan, pertumbuhan kredit tersebar dengan baik dan tidak hanya terkonsentrasi pada satu daerah tertentu, bahkan mengakomodasi para pelaku UMKM hingga ke pulau terluar Indonesia.

“Di saat pertumbuhan kredit (pelaku usaha) UMKM, mikro dan individu cenderung tertekan di berbagai daerah, Bank Mandiri secara konsisten mendorong pertumbuhan yang positif,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyaluran kredit yang merata tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi kerakyatan di seluruh daerah serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pihaknya pun berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha di Indonesia, terutama UMKM, melalui pembiayaan, pendampingan, serta penguatan akses ekosistem agar dapat tumbuh berkelanjutan dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Terkait proyeksi pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2026, Rizaldi menyatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit tetap berada di atas rata-rata industri dan sejalan dengan proyeksi regulator.

Ia menuturkan strategi penyaluran kredit akan difokuskan pada penguatan pembiayaan usaha produktif, khususnya UMKM, dan sektor bernilai tambah seperti industri pengolahan manufaktur, infrastruktur, energi, serta perdagangan dan jasa.

“Baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong pertumbuhan melalui pengelolaan portfolio mix (campuran portofolio) untuk perluasan ekosistem secara optimal,” imbuhnya.