Lewis Hamilton Kunjungi Yordania, Sebut Bantuan untuk Gaza ‘Sangat Tidak Cukup’

Di tengah kesibukannya mempersiapkan musim balap Formula 1 tahun 2026 bersama tim barunya, Ferrari, pebalaplegendaris Lewis Hamilton meluangkan waktu untuk misi kemanusiaan yang mendalam. Juara dunia tujuh kali tersebut mengunjungi tim Bulan Sabit Merah Yordania dan Palestina untuk memberikan dukungan langsung bagi warga Gaza.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (20/1/2026), Hamilton membagikan momen emosional saat mengunjungi rumah sakit dan fasilitas pengemasan bantuan di Yordania yang didedikasikan untuk membantu korban konflik di Gaza.

Hamilton mengaku pengalaman tersebut telah mengubah hidupnya. Ia menyoroti semangat pantang menyerah dari para pekerja kemanusiaan dan keluarga korban yang terus berjuang untuk bertahan hidup di tengah krisis.

“Sangat mudah merasa putus asa dan berpikir kita tidak bisa melakukan apa pun saat melihat apa yang terjadi di lapangan. Saya pikir perasaan yang akan tertinggal dari kunjungan ini adalah keputusasaan, tapi ternyata tidak,” tulis Hamilton. “Hal yang paling bergaung adalah semangat ketangguhan dan kemanusiaan. Semangat keluarga yang berjuang untuk bertahan hidup”.

gazze-halkini-destekleyen-lewis-hamilton-dan-19484972_7374_m.jpg

Kritik Jumlah Bantuan yang Masih Kurang

Dalam pernyataannya, pebalapasal Inggris ini juga memberikan evaluasi kritis mengenai kondisi penyaluran bantuan saat ini. Ia menegaskan bahwa volume bantuan yang masuk ke Gaza masih jauh dari kata cukup.

Hamilton mendesak agar organisasi kemanusiaan diberikan akses penuh untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan. Ia juga menyerukan kepada jutaan pengikutnya untuk tidak berhenti bersuara dan menyumbangkan dana bagi organisasi seperti Palang Merah Inggris (British Red Cross) maupun Bulan Sabit Merah.

“Mereka sangat membutuhkan kita untuk menggunakan suara dan donasi kita… Tolong jangan berhenti membicarakan hal ini. Kita harus terus memberikan suara dan perhatian kita pada krisis ini,” tegas Hamilton.

Aksi nyata Hamilton ini menambah daftar panjang keterlibatannya dalam isu-isu sosial dan hak asasi manusia, sekaligus menunjukkan sisi lain dari sang bintang lintasan balap yang peduli pada krisis kemanusiaan global.