Antonio Conte, Pelatih Kepala SSC Napoli, bereaksi selama pertandingan Fase Liga MD6 Liga Champions 2025/26 antara SL Benfica dan SSC Napoli pada 10 Desember 2025 di Lisbon, Portugal. (Foto: Gualter Fatia/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Napoli, Antonio Conte, meluapkan kemarahan usai timnya gagal mengamankan kemenangan atas FC Copenhagen meski unggul jumlah pemain. Hasil imbang 1-1 di ajang Liga Champions 2025/26 itu dinilai Conte sebagai kegagalan serius yang seharusnya menyakitkan bagi seluruh skuad Partenopei.
Napoli datang ke laga tersebut dengan beban besar. Kedua tim sama-sama mengoleksi poin identik dan duel ini menjadi laga hidup-mati untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Situasi semakin menguntungkan Napoli setelah gelandang Copenhagen, Thomas Delaney, diganjar kartu merah pada menit ke-35 akibat tekel tinggi yang mengenai lutut Stanislav Lobotka, usai intervensi VAR.
Keunggulan jumlah pemain itu sempat dimanfaatkan Napoli. Gol pembuka lahir melalui sundulan keras Scott McTominay, yang menyambut umpan sepak pojok Eljif Elmas. Dalam kondisi unggul 11 lawan 10 dan memegang kendali permainan, Napoli seharusnya mampu mengunci kemenangan.
Namun, alih-alih menambah gol, Napoli justru kehilangan fokus. Kesalahan Alessandro Buongiorno yang melakukan pelanggaran di kotak penalti membuka jalan bagi Copenhagen untuk menyamakan kedudukan. Jordan Larsson memang gagal mengeksekusi penalti setelah ditepis Vanja Milinkovic-Savic, tetapi ia sigap memanfaatkan bola rebound untuk mencetak gol penyeimbang.
Conte tak menyembunyikan rasa frustrasinya usai laga. Ia menegaskan tidak ada alasan yang bisa membenarkan kegagalan tersebut, meski Napoli dilanda krisis cedera dan kelelahan pemain.
“Kami harus kecewa. Ini pertandingan yang kondisinya sempurna untuk dimenangkan dan lolos ke play-off. Kami bisa mencari seribu alasan, tapi malam ini tidak ada yang relevan. Dengan situasi seperti ini, kami wajib menang,” tegas Conte kepada Sky Sport Italia.
Pelatih berusia 56 tahun itu juga menyoroti mentalitas timnya. Menurut Conte, Napoli kembali menunjukkan kelemahan yang sama untuk keempat kalinya secara beruntun di Liga Champions. “Kami sepenuhnya menguasai laga, 11 melawan 10. Dalam kondisi seperti itu, siapa pun yang absen, Anda tetap harus memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Hasil imbang ini membuat posisi Napoli kian terjepit. Dengan raihan poin yang minim, mereka terancam tersingkir lebih awal dari Liga Champions, kecuali mampu meraih hasil maksimal pada laga terakhir melawan Chelsea. Situasi tersebut semakin menekan Napoli yang juga akan menghadapi Juventus di Serie A, laga krusial yang berpotensi memengaruhi persaingan Scudetto.
Conte menutup dengan pesan keras kepada para pemainnya. “Ini hasil yang menyakitkan bagi saya, dan seharusnya juga menyakitkan bagi para pemain. Jika ini tidak membuat kami marah, berarti kami tidak ingin berkembang. Kami punya segalanya untuk menang, tapi justru kami yang merusaknya sendiri,” pungkasnya.
Napoli, FC Copenhagen, Liga Champions, UCL 202526, Antonio Conte, Scott McTominay, Jordan Larsson, kartu merah Delaney, hasil Napoli, krisis Napoli, sepak bola Eropa











