Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). (Foto: Dok Bapanas RI).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persediaan atau stok beras di awal 2026, mencapai 12,5 juta ton. Angka ini sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CDP) yang disimpan di Perum Bulog sebanyak 2,5 juta ton. Buah dari kerja keras para menteri sektor pangan di Kabinet Merah Putih (KMP).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terlihat semringah dari tingginya persediaan beras yang merupakan bahan pangan pokok bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya kini, lebih dari 280 juta jiwa.
“Yang jelas, Bapak Presiden itu melaksanakan apa yang terbaik untuk rakyat. Itu yang dilakukan presiden kita, sekarang. Begitu luar biasa perhatiannya untuk memajukan sektor pertanian. Luar biasa, HPP (Harga Pembelian Pemerintah) naik, itu mensejahterakan pertanian,” kata Mentan Amran saat visitasi di Kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (19/1/2025).
Dikatakan, kebijakan pemerintah terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) bertujuan mengatur harga beras tidak terlalu memberatkan konsumen. Langkah penting untuk meredam inflasi yang berdampak kepada sektor ekonomi jika tak terkendali.
“Kemudian HET (Harga Eceran Tertinggi), membuat konsumen bahagia. Tetapi jangan lupa, ada Inpres 12 (buah), termasuk Permentan itu ada 25. Dampaknya apa? Kenaikan produksi dan ekspor kita, nilainya Rp400 triliun. Itulah kebijakan luar biasa dan ini kebijakan terbanyak selama kami 8 tahun di kabinet,” pungkas Mentan Amran.
Dalam kunjungan kerja (kunker) kali ini, Mentan Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu, menasbihkan komitmen pemenuhan kebutuhan beras di Provinsi Kepri.
“Kita supply di sini. Kita sudah komitmen men-supply. Kita akan bangun gudang di sini. Ini Bulog yang bertanggung jawab, tidak boleh kekurangan beras. Kenapa? (karena) sekarang (stok) nasional kita surplus. Stok (beras pemerintah) kita tertinggi selama merdeka. Stok akhir tahun 3,2 juta ton, tidak pernah terjadi selama Republik Indonesia merdeka,” beber Mentan Amran.
Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, total stok beras yang dikelola Perum Bulog sampai 15 Januari 2026, masih terdapat 3,35 juta ton. Di mana, Bapanas memastikan Perum Bulog siap memasok beras ke wilayah Kepri, sesuai hasil pertemuan sebelumnya di Batam.
Sedangkan Pemprov Kepri mengungkapkan, angka kebutuhan beras dalam setahun berkisar 202,6 ribu ton, atau setara 16,9 ribu ton sebulan. Selain Perum Bulog, Bapanas mendorong Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) membantu distribusi beras ke wilayah Kepri.
Amran menegaskan, Indonesia tidak butuh impor beras pada 2026. Ini karena stok beras secara nasional sangat memadai dan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, mengarahkan agar Indonesia mampu memenuhi pangan dari hasil keringat sendiri.
“Stok (beras) di horeka, hotel restoran katering, itu 12,5 juta ton Tertinggi selama merdeka. Tidak ada alasan kekurangan beras. Jadi kami minta, ini dikirim terus (pasokan beras), gudangnya harus penuh, agar tidak ada alasan kekurangan beras,” kata Mentan Amran.













