Investor Percaya Ekonomi Indonesia Stabil, Purbaya: IHSG Gak Sulit Tembus 10.000 di Tahun Ini

Clara Medium.jpeg

Jumat, 9 Januari 2026 – 14:24 WIB

Ilustrasi lantai bursa di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Antara)

Ilustrasi lantai bursa di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 9.000, kemudian turun ke 8.900-an, berpotensi menyundul ke level 10.000.

Dia bilang, pergerakan IHSG di lantai bursa, mencerminkan kuatnya sentimen positif dan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

“IHSG itu nunjukin bahwa investor sudah semakin percaya pada pondasi perekonomian kita kedepan. Investor pasar modal kan forward-oriented,” ujar Menkeu Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Jumat (9/1/2026).

Bendahara negara itu mengatakan, kepercayaan investor dibangun dari implementasi kebijakan pemerintah yang nyata. Menurut Purbaya, apabila investor tidak melihat langkah konkret dari pemerintah, maka pasar justru akan merespons negatif.

“Kalau mereka nggak percaya ke langkah-langkah kita, walaupun saya ngomong sampai busa-busa, tetap jatuh, investor nggak akan masuk. Tapi ketika mereka lihat ada implementasi yang nyata, walaupun nggak sempurna, kelihatannya ke depan akan baik,” kata dia.

Dia menyebut, membaiknya kondisi ekonomi secara otomatis akan mendorong kinerja perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa. Hal tersebut berdampak pada peningkatan laba dan valuasi saham, sehingga semakin menarik minat investor untuk masuk ke pasar modal.

“Perusahaan-perusahaan yang list di bursa juga untungnya makin gede, valuasi bursa juga akan naik. Itu makanya mereka nggak mau ketinggalan masuk ke pasar modal. Jadi kalau kita lihat kan 3 bulan terakhir, positif terus kan flow-nya ke kita,” tuturnya.

Purbaya menegaskan, tren tersebut menunjukan pembalikan sentimen investor baik domestik maupun global terhadap perekonomian Indonesia. Dengan begitu, dia optimis bahwa tak sulit untuk menembus level 10.000 pada tahun ini.

“Jadi itu nunjukin bahwa ada pembalikan, sentiment investor domestik maupun global terhadap perekonomian Indonesia. Yang terdepan kita harus jaga terus. Jadi kalau gitu, tahun ini 10.000 nggak susah-susah amat,” tegas dia.