Petugas mengecek uang tunai sebelum didistribusikan melalui kantor cabang dan mesin ATM di Pooling Cash Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (8/9/2022). (Foto: Antara/Risyal Hidayat)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kabar segar datang dari otoritas moneter di penghujung tahun. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Desember 2025 sukses menembus angka US$156,5 miliar.
Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar US$6,4 miliar dibandingkan posisi bulan November 2025 yang kala itu tertahan di level US$150,1 miliar. Kenaikan ini menjadi sinyal positif sekaligus ‘bantalan’ kuat bagi stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif.
Pundi-Pundi Devisa Melimpah, Apa Sebabnya?
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa tebalnya pundi-pundi devisa negara ini tidak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam mengelola berbagai sumber pembiayaan dan pendapatan.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Jauh di Atas Standar Internasional
Dengan posisi saat ini, cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor. Jika dihitung untuk pembiayaan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah, jumlah tersebut mampu mengaver kebutuhan selama 6,3 bulan.
Angka ini praktis berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang biasanya mematok angka minimal 3 bulan impor. BI menilai posisi ini sangat mumpuni untuk menjaga ketahanan sektor eksternal serta menjamin stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tegas Ramdan.
Optimisme di Tahun 2026
Menatap ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan eksternal RI akan tetap kokoh. Keyakinan ini didorong oleh persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional yang membuat aliran modal asing (capital inflow) diprediksi bakal terus mengalir deras. Imbal hasil investasi di pasar domestik pun dinilai masih sangat menarik bagi para pemilik modal.
Sinergi antara BI dan pemerintah dipastikan akan terus ditingkatkan. Fokus utamanya jelas: memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian yang berkelanjutan.














