Gebrakan Radikal Trump: AS Resmi Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional, Sebut PBB Mandul!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menghentak panggung geopolitik dunia. Tak tanggung-tanggung, Trump resmi menandatangani memorandum kepresidenan yang memerintahkan penarikan AS dari keanggotaan 66 organisasi internasional.

Gedung Putih menegaskan langkah ekstrim ini diambil karena organisasi-organisasi tersebut dianggap sudah tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional Negeri Paman Sam. Trump menilai pendanaan besar-besaran yang digelontorkan AS selama ini hanya terbuang percuma.

Pemangkasan Dana dan Partisipasi

Dalam pernyataan resmi pemerintah AS, Rabu (7/1/2026), memorandum tersebut menginstruksikan seluruh lembaga eksekutif untuk segera menghentikan partisipasi maupun pendanaan. Targetnya meliputi 35 organisasi non-PBB dan 31 entitas di bawah naungan PBB.

Langkah ini menyasar organisasi yang operasinya dinilai bertentangan dengan keamanan nasional, kemakmuran ekonomi, hingga kedaulatan Amerika Serikat. Trump ingin memastikan bahwa setiap dolar pajak warga Amerika hanya digunakan untuk institusi yang memberikan manfaat nyata bagi ‘kepentingan Amerika’.

Sindir PBB: “Amerika adalah PBB Sesungguhnya”

Keputusan besar ini sebenarnya sudah terendus sejak akhir Desember lalu. Trump secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dianggap gagal menciptakan perdamaian dunia, termasuk dalam konflik Rusia-Ukraina.

Melalui platform Truth Social, Trump bahkan mengeklaim bahwa peran mediasi yang dilakukan AS dalam konflik Thailand-Kamboja jauh lebih efektif ketimbang hasil kerja PBB.

“Mungkin Amerika Serikat telah menjadi PBB yang sesungguhnya. PBB hanya memberikan sedikit bantuan dan tidak membantu menyelesaikan konflik apa pun. PBB harus mulai aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia!” tulis Trump dengan gaya bicaranya yang khas.

Guncangan bagi Diplomasi Multilateral

Penarikan diri massal ini diprediksi akan mengubah peta diplomasi global secara drastis. Selama ini, AS merupakan penyumbang dana terbesar bagi banyak organisasi internasional. Dengan berhentinya aliran dana dari Washington, banyak pihak mengkhawatirkan kelangsungan operasional berbagai program kemanusiaan dan perdamaian di bawah bendera PBB.

Namun bagi Trump, ini adalah realisasi dari janji politiknya untuk mengutamakan ‘America First’ di atas komitmen global yang dianggap membebani anggaran negara.