Raymond/Joaquin Sesali Banyak Buang-buang Poin Lawan Sabar/Reza

Haris Medium.jpeg

Rabu, 7 Januari 2026 – 18:28 WIB

Raymond/Joaquin di Malaysia Open 2026 (foto: PBSI)

Raymond/Joaquin di Malaysia Open 2026 (foto: PBSI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus angkat koper lebih cepat di ajang Malaysia Open 2026. Duet muda tersebut tersingkir di babak pertama usai kalah dari seniornya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2026), Raymond/Joaquin menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 18-21, 9-21.

Usai laga, Nikolaus Joaquin menilai permainan mereka sebenarnya sudah berjalan cukup baik, terutama pada gim pertama.

Namun, fokus yang menurun di poin-poin krusial membuat mereka gagal mempertahankan keunggulan. Hal itu pun dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Sabar/Rezaz

“Pertama-tama puji Tuhan kami bisa bermain dengan lancar, tidak ada cedera. Tadi saya rasa mainnya cukup baik di gim pertama, sudah direncanakan dengan pelatih akan bermain seperti apa dari awal dan coba menerapkannya tapi saya rasa di poin-poin kritis kami mungkin fokusnya kurang jadi mereka bisa membalikkan keadaan,” ujar Joaquin.

Memasuki gim kedua, Joaquin mengakui Sabar/Reza tampil lebih siap setelah berhasil membaca pola permainan mereka. Kondisi tersebut membuat keduanya terus berada dalam tekanan hingga akhirnya kesulitan mengembangkan permainan.

“Masuk ke gim kedua mereka mereka sudah menemukan polanya kami dan mereka langsung counter jadi kami tertekan terus,” lanjutnya.

Hal senada diungkapkan Raymond Indra. Ia menyebut banyaknya poin yang terbuang, terutama di akhir gim, menjadi faktor utama kekalahan mereka. Selain itu, Raymond juga menyoroti adaptasi terhadap kondisi lapangan yang belum berjalan maksimal.

“Kami harus bisa lebih mengontrol pukulan, tadi banyak buang-buang poin di penghujung gim. Kami juga harus belajar cepat beradaptasi. Tadi bolanya cukup kencang, tidak seperti saat latihan jadi cukup menyulitkan dan tidak terbiasa,” kata Raymond.