Maresca Bangun Alibi Kekalahan Memalukan Chelsea di Kandang Sendiri, Bukan Karena Cucurella

Nebby Medium.jpeg

Minggu, 28 Desember 2025 – 20:48 WIB

Aston Villa melanjutkan tren kemenangan usai kalahkan Chelsea (Foto:@AVFCOfficial)

Aston Villa melanjutkan tren kemenangan usai kalahkan Chelsea (Foto:@AVFCOfficial)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Chelsea gagal mempertahankan keunggulan saat menjamu Aston Villa di Stadion Stamford Bridge, London, Minggu malam WIB, dan harus menelan kekalahan 1-2 pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026.

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengungkapkan alasannya menarik keluar bek kiri Marc Cucurella pada menit ke-69. “Dia mengeluh hamstring-nya terasa tidak nyaman. Karena belum mengetahui apakah itu cedera atau bukan, jadi dia meminta untuk diganti,” ujar Maresca dikutip dari situs resmi klub.

Cucurella digantikan oleh Malo Gusto, namun pertahanan Chelsea terlihat lebih rapuh setelah bek asal Spanyol itu keluar. Aston Villa kemudian berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-84 melalui Ollie Watkins, yang sekaligus memastikan kemenangan tim tamu 2-1.

Maresca menegaskan kekalahan timnya tidak semata-mata akibat absennya Cucurella. Menurut pelatih asal Italia itu, titik balik terjadi saat Aston Villa menyamakan kedudukan pada menit ke-63. “Reaksi kami setelah kebobolan itu bukan pertama kalinya terjadi. Bahkan ketika sedang unggul, kami sedikit kesulitan dalam mengelola pertandingan. Kemudian kebobolan satu gol. Ini adalah hal yang perlu kami perbaiki,” kata Maresca.

Chelsea sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Joao Pedro pada menit ke-37 dan menguasai jalannya pertandingan selama sekitar satu jam. Namun, konsistensi lini belakang menjadi sorotan utama setelah kebobolan gol kedua.

Maresca menambahkan, timnya akan mengevaluasi performa ini karena beberapa kali selama musim ini Chelsea mengalami kesulitan mengelola pertandingan setelah kebobolan meski sebelumnya unggul.

Dengan hasil ini, Chelsea menempati posisi lima klasemen Liga Inggris 2025/2026 dengan 29 poin dari 18 pertandingan. Sementara Aston Villa memperpanjang tren positifnya menjadi 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi dan menempati peringkat tiga klasemen dengan 39 poin dari 18 laga.