Google mulai izinkan pengguna mengubah alamat Gmail secara resmi. (Foto: TechCrunch)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Selama lebih dari satu dekade, alamat Gmail dianggap sebagai “identitas abadi” di jagat digital. Sekali Anda membuat nama pengguna (username), maka alamat itu akan melekat selamanya. Namun, kekakuan aturan raksasa teknologi itu kini resmi berakhir.
Google mulai meluncurkan fitur yang paling dinantikan jutaan penggunanya: opsi untuk mengubah alamat email utama berakhiran ‘@gmail.com’. Kebijakan baru ini memberikan fleksibilitas bagi mereka yang ingin memperbarui nama pengguna yang dianggap sudah usang atau tidak profesional, tanpa harus repot memindahkan data ke akun baru.
Alamat Lama Jadi ‘Alias’, Data Tetap Aman
Laporan dari The Indian Express, Sabtu (27/12/2025), menyebutkan bahwa mekanisme perubahan ini dirancang agar tidak merugikan pengguna. Setelah Anda memilih alamat email baru, Google secara otomatis akan memperlakukan alamat email lama sebagai sebuah ‘alias’.
Artinya, Anda tetap bisa masuk (login) ke layanan Google menggunakan alamat lama maupun yang baru. Hebatnya lagi, seluruh data penting mulai dari Google Photos, kontak, dokumen di Drive, hingga pesan-pesan lama dipastikan tidak akan terpengaruh atau hilang.
Email yang dikirim oleh kolega ke alamat lama Anda pun akan tetap masuk ke kotak masuk yang sama.
Batasan dan Aturan Main
Meski memberikan kelonggaran, Google tetap menerapkan ‘pagar’ agar fitur ini tidak disalahgunakan. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan:
- Kuota Perubahan: Pengguna hanya diperbolehkan mengubah alamat email mereka maksimal tiga kali.
- Jeda Waktu: Setelah melakukan perubahan, Google tidak mengizinkan pembuatan alamat email baru di akun yang sama selama satu tahun.
- Status Peluncuran: Fitur ini sedang diluncurkan secara bertahap (gradual roll-out). Jika Anda belum menemukannya di pengaturan akun hari ini, besar kemungkinan akun Anda masuk dalam antrean pembaruan berikutnya.
Solusi bagi ‘Email Jadul’
Sebelum adanya fitur ini, pengguna Gmail seringkali terjebak dengan alamat email yang dibuat saat masih remaja atau menggunakan nama yang kurang formal. Satu-satunya solusi dahulu adalah membuat akun baru dan melakukan migrasi data secara manual yang sangat menyita waktu.
Langkah Google ini dinilai sebagai respons cerdas terhadap kebutuhan mobilitas identitas digital penggunanya.
Kini, mengubah citra diri di dunia maya semudah mengganti nama profil, tanpa harus kehilangan memori digital yang sudah bertahun-tahun tersimpan.














