Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah: Indonesia Ada di Posisi 3 Besar, Industri Halal Mainkan Peran Strategis

Vonita Medium.jpeg

Kamis, 25 Desember 2025 – 19:11 WIB

Ilustrasi ekonomi Syariah (iStock)

Ilustrasi ekonomi Syariah (iStock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ekonom Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF Dr. Handi Risza mengungkap Indonesia berhasil menempati posisi ketiga besar dunia berdasarkan State of the Global Syariah Economy (SGIE) Report 2024/2025 yang dirilis DinarStandard dalam mengembangkan ekonomi syariah global. 

Menurutnya, capaian ini semakin menguatkan peran industri halal sebagai motor penggerak sektor riil dan pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Sektor industri halal, mulai memainkan peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi ini perlu tetap dijaga agar tahun 2026 nanti, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah tetap inklusif dan berkelanjutan,” tulis Handi dalam Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah kepada Inilah.com, Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Handi menjelaskan, perkembangan sektor riil yang berbasis pada industri halal juga memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang pada tahun 2026. Kehadiran dua lembaga baru di Pemerintahan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai LPNK (Lembaga Pemerintah Non-Kementerian) yang langsung di bawah Presiden RI Prabowo Subianto menjadikan Kepala BPJPH memiliki otoritas setingkat menteri untuk mengembangkan produk halal di Indonesia.  

“Ini selayaknya selaras dengan Program Prioritas Nasional. Peluang strategis untuk mengembangkan industri halal tahun 2026 juga terdapat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan anggaran sebesar Rp335 triliun,” ujarnya.

Handi juga menilai sektor ekonomi dan keuangan Syariah pada saat ini merupakan bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.  

Dalam State of the Global Syariah Economy (SGIE) Report 2024/2025, laporan yang dipublikasikan oleh DinarStandard, Indonesia berhasil mempertahankan posisi ketiga dunia dengan skor Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 99,9., dengan peningkatan skor sebesar 19,8 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi tersebut mengukuhkan momentum pertumbuhan yang kuat dan konsisten dalam ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

“Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar diharapkan sebagai pusat ekonomi syariah global. Sejauh ini perkembangan ekonomi dan keuangan syariah semakin kokoh,” ucapnya.

Capaian paling menonjol dalam SGIE 2024/2025 adalah keberhasilan Indonesia mencatat investasi halal tertinggi di dunia. Sebanyak 40 transaksi senilai USD 1,6 miliar terealisasi sepanjang tahun 2023, meliputi sektor makanan halal, kosmetik, farmasi, teknologi halal, dan gaya hidup Muslim.

“Capaian tersebut membuktikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi telah menjadi bagian dari arus utama pembangunan ekosistem global,” tuturnya.