Suasana pasca banjir bandang di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mempercepat dukungan fiskal untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan Kementerian Keuangan telah mengaktifkan anggaran berupa Dana Siap Pakai (DSP) dan Dana Cadangan Bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Jadi BNPB itu selalu memiliki stok cadangan belanja untuk yang sifatnya itu bencana-bencana alam namanya Dana Siap Pakai (DSP) dan masih ada lagi Dana Cadangan Bencana, dan ini langsung kita aktifkan,” ujar Suahasil saat Konferensi Pers APBN Kita, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Dia menjelaskan, untuk tiga provinsi terdampak, pemerintah mengalokasikan tambahan DSP sebesar Rp1,6 triliun. Sementara itu, dari total Dana Cadangan Bencana APBN 2025 sebesar Rp5 triliun, masih tersedia Rp2,97 triliun dan dapat ditambah apabila dibutuhkan.
“Tapi dalam dua minggu ini kita akan masuk ke tahun 2026 dan menjalankan APBN 2026. DSP-nya ada, cadangan bencana kita siagakan lagi 5 triliun. Ini memang selalu reguler tiap APBN,” kata dia.
Sementara itu, Suahasil menjelaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan sebesar Rp268 miliar kepada pemerintah daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui dana kemasyarakatan Presiden dan telah masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing wilayah, yakni kepada tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
“Setiap kabupaten/kota menerima bantuan sebesar Rp4 miliar, sementara masing-masing provinsi memperoleh Rp20 miliar,” jelasnya.










