Liam Scales dari Celtic mencetak gol bunuh diri, yang mengakibatkan gol pertama bagi AS Roma, selama pertandingan Fase Liga UEFA Europa League 2025/26 MD6 antara Celtic FC dan AS Roma di Celtic Park pada 11 Desember 2025 di Glasgow, Skotlandia. (Foto: Ian MacNicol/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pekan ke-6 fase liga Liga Europa 2025/26 menyajikan rangkaian drama, kejutan, dan perubahan signifikan di papan klasemen. Sejumlah tim mulai menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat lolos ke fase gugur, sementara beberapa nama besar justru harus menerima kenyataan pahit.
Dua wakil Prancis, Olympique Lyonnais dan Lille, menjadi cerminan kontras hasil pada matchday ini. Di saat yang sama, AS Roma dan Real Betis tampil meyakinkan dengan kemenangan telak di kandang lawan.
Lyon kembali menunjukkan konsistensi luar biasa. Menjamu Go Ahead Eagles di Groupama Stadium, Les Gones menang 2-1 dan mempertahankan rekor sempurna mereka. Gol cepat Afonso Moreira pada menit ketiga langsung memberi tekanan besar.
Tim tamu sempat menyamakan kedudukan lewat Milan Smit tiga menit berselang, tetapi Pavel Sulc memastikan kemenangan Lyon lewat golnya pada menit ke-11. Hasil ini membuat Lyon mengoleksi 15 poin dari lima laga dan kokoh di puncak klasemen fase liga. Sebaliknya, Go Ahead Eagles yang diperkuat bek Timnas Indonesia Dean James harus tertahan di peringkat 28 dengan enam poin.
Nasib berbeda dialami Lille. Bertandang ke markas Young Boys di Bern, wakil Prancis itu tumbang dengan skor tipis 0-1. Absennya Calvin Verdonk karena cedera terasa signifikan. Lille kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya kebobolan pada menit ke-61 melalui Darian Males yang memanfaatkan umpan tarik Alan Virginius. Kekalahan ini membuat Lille turun ke peringkat 20 dengan sembilan poin, sementara Young Boys naik ke posisi 21 dengan poin yang sama.
Dari Italia, AS Roma tampil impresif saat melawat ke Celtic Park. Pasukan Gian Piero Gasperini menang telak 3-0 atas Celtic. Evan Ferguson menjadi sorotan dengan mencetak dua gol, menandai brace pertamanya di kompetisi Eropa. Satu gol lainnya lahir dari bunuh diri Liam Scales.
Kemenangan ini membawa Roma naik ke peringkat 10 klasemen dengan 12 poin dan menjaga peluang lolos otomatis ke fase gugur. Celtic sendiri tertahan di posisi 24 dengan tujuh poin.
Sementara itu, Real Betis juga mencuri perhatian usai menang 3-1 di markas Dinamo Zagreb. Hasil tersebut menjaga konsistensi wakil Spanyol dalam persaingan papan atas. Beberapa laga lain juga menghadirkan hasil tak terduga, termasuk kemenangan Aston Villa atas Basel, Fenerbahce yang menggulung Brann empat gol tanpa balas, serta duel sengit FCSB kontra Feyenoord yang berakhir 4-3.
Dengan dua matchday tersisa, persaingan menuju delapan besar dan zona playoff Liga Europa dipastikan semakin ketat. Tim-tim papan atas belum sepenuhnya aman, sementara mereka yang berada di papan tengah masih punya peluang untuk mengubah nasib. Pekan ke-6 menegaskan satu hal: Liga Europa musim ini jauh dari kata mudah dan penuh dinamika hingga akhir.
Hasil lengkap pertandingan pekan ke-6 Liga Europa 2025/26:
- – Dinamo Zagreb 1–3 Real Betis
- – FC Midtjylland 1–0 Genk
- – FC Utrecht 1–2 Nottingham Forest
- – Ferencvaros 2–1 Rangers
- – Ludogorets 3–3 PAOK
- – Nice 0–1 Braga
- – Sturm Graz 0–1 Crvena Zvezda
- – VfB Stuttgart 4–1 Maccabi Tel Aviv
- – Young Boys 1–0 Lille
- – Basel 1–2 Aston Villa
- – Brann 0–4 Fenerbahce
- – Celta Vigo 1–0 Bologna
- – Celtic 0–3 AS Roma
- – FCSB 4–3 Feyenoord
- – FC Porto 2–1 Malmo
- – Freiburg 1–0 Salzburg
- – Lyon 2–1 Go Ahead Eagles
- – Panathinaikos 0–0 Viktoria Plzen












