Ayam di peternakan PT QL Trimitra dalam tur virtual McDonald’s Indonesia. (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini mengatakan, wacana pendanaan Rp20 triliun untuk peternakan ayam dan telur, demi memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih dalam kajian BPI Danantara.
Dia menegaskan, pendanaan tersebut bertujuan memperkuat sumber protein nasional sekaligus mendorong kesejahteraan peternak rakyat. “Dana Rp20 triliun itu masih dalam proses kajian untuk menentukan skemanya. Tapi tujuannya jelas, memperkuat MBG sebagai sumber protein yang paling visibel, sekaligus mengangkat peternak rakyat,” ujar Anggia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Adapun, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, pihaknya belum secara resmi memutuskan pelaksanaan proyek tersebut. Dia meminta untuk menunggu pengumuman resmi dari pihak Danantara.
“Itu belum kita announce, jadi itu nanti kalau betul dari Danantara nanti dari pihak Danantara yang akan bicara,” ujar Pandu kepada wartawan, ditemui di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang (NSD) menjelaskan, anggaran Rp20 triliun yang disiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), dialokasikan untuk membiayai peternakan ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia.
“Jadi, anggaran sebesar Rp20 triliun itu untuk membiayai para peternak, bukan Danantara yang membangun peternakan sendiri,” kata Nanik meluruskan berita yang beredar, di Kantor BGN di Jakarta, Senin (17/11).
Proyek ini, kata dia, dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di hulu dan peternakan kecil di hilir. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga telur dan ayam.
Menurut Nanik, Danantara akan membiayai para peternak ayam petelur dan pedaging untuk memastikan agar kebutuhan telur dan daging ayam untuk program MBG bisa terpenuhi. Dengan demikian, hal ini diharapkan dapat mencegah terjadi lonjakan harga yang menyebabkan inflasi.
Saat ini, Danantara tengah mengkaji rencana ini secara mendalam, sebelum memutuskan pelaksanaan proyek. Menurut Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, infrastruktur, lokasi, dan jadwal pembangunan masih dalam tahap studi.












