Survei Integritas KPK 2025: Capaian Naik Tipis, Risiko Korupsi Masih Tinggi di Beberapa K/L

Rizki Medium.jpeg

Rabu, 10 Desember 2025 – 00:36 WIB

Ketua KPK Setyo Budiyanto memberi pemaparan saat Seminar Antikorupsi

Ketua KPK Setyo Budiyanto memberi pemaparan saat Seminar Antikorupsi “Integritas Perempuan sebagai Penyelenggara Negara Dalam Melawan Korupsi” di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (8/12/2025). (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko/nz).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempublikasikan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 dengan capaian 72,32 poin, meningkat dibandingkan SPI 2024 yang sebesar 71,53 poin.

“SPI ini adalah Survei Penilaian Integritas. Dia merupakan pelengkap daripada Indeks Persepsi Korupsi. Skornya memang meningkat, ada sekitar poin 0,8, 0,9 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam acara peringatan Hakordia di Kompleks Kepatihan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

SPI diselenggarakan KPK untuk memetakan risiko korupsi di instansi pemerintah dan publik berdasarkan pengalaman serta persepsi pengguna layanan. Meski terjadi kenaikan, Setyo menegaskan nilai tersebut masih termasuk kategori rentan, menunjukkan risiko korupsi yang tinggi di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah (K/L/PD).

“Tapi secara rata-rata, skor ini masih rentan. Dibandingkan tadi DIY yang 79,4, ada di beberapa Kementerian/Lembaga yang bisa mencapai angka 80 sekian,” ucap Setyo.

Setyo menambahkan, hasil SPI seharusnya menjadi dasar bagi kementerian dan lembaga untuk melakukan evaluasi serta memetakan risiko korupsi secara internal dengan bekerja sama bersama KPK.

“Di bagian apa yang risiko integritasnya masih rendah? Potensi kerawanan-kerawanan terhadap gratifikasi, pungutan, suap, dan lain-lain masih rendah. Semua bisa dilihat. Semua bisa diukur,” ujarnya.

Setelah publikasi SPI, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) dari Transparency International (TI) untuk tahun 2025 juga akan diterbitkan. KPK mendorong kementerian dan lembaga memanfaatkan SPI sebagai bahan evaluasi agar skor IPK Indonesia dapat meningkat.

“Nah, skor ini sangat berpengaruh, investor mau masuk melihat, skor Indonesia berapa? Skor kita di 2024 itu adalah 37. Memang meningkat dari tahun sebelumnya, 34 ke 37. Kami berharap semuanya berperan untuk bisa meningkat,” kata Setyo.

Topik
Komentar