4 BUMN dan Bank Tanah Jadi Anak Manja, Menkeu Purbaya Suntik PMN Rp14,41 Triliun

Clara Medium.jpeg

Selasa, 9 Desember 2025 – 05:09 WIB

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: PorosJakarta)

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: PorosJakarta)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Komisi XI DPR sepakat untuk suntik dana kepada BUMN dan Bank Tanah lewat program Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp14,41 triliun. Dana untuk memanjakan BUMN dan Bank Tanah itu berasal dari APBN 2025.

Purbaya menjelaskan, PMN disuntikkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) senilai Rp 1,8 triliun, yang akan dialokasikan untuk penambahan sarana perkeretaapian dan pengadaan rangkaian kereta baru dan retrofit KRL Jabodetabek.

“Manfaat yang dapat diperoleh dari penambahan sarana KRL Jabodetabek tersebut adalah meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan KRL, menurunkan kemacetan serta menurunkan emisi,” ujar Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Perusahaan pelat merah selanjutnya yang kebagian rezeki adalah PT INKA (Persero), mendapat PMN sebesar Rp473 miliar. Dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produksi dalam pengembangan sarana perkeretaapian.

“Antara lain dalam melengkapi fasilitas produksi, mengembangkan sistem propulsi, serta meningkatkan fasilitas produksi sistem bogie, sarana manufaktur di pabrik Madiun dan Banyuwangi,” jelasnya.

Sementara PT Pelni mendapatkan duit PMN yang nilainya lebih jumbo, yakni Rp2,5 triliun, dialokasikan untuk mengatasi kondisi kapal yang sebagian besar telah berusia lebih dari 25 tahun.

Adapun anggaran tersebut digunakan untuk proyek pengadaan 3 unit kapal penumpang untuk menggantikan kapal yang telah berusia 40 tahun dan merupakan kelanjutan dari PMN tahun 2024.

Kemudian, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) senilai Rp6,68 triliun. Dananya untuk memperkuat pembiayaan sekunder perumahan terutama akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Adapun peran PT SMF dalam program FLPP adalah sebagai penyedia dana jangka panjang atau menengah bagi bank penyalur KPR FLPP,” kata dia.

Selain itu, suntikan lainnya untuk Badan Bank Tanah senilai Rp 2,95 triliun dalam bentuk non tunai. Nantinya, PMN akan digunakan untuk memperkuat kelembagaan badan bank tanah dan mendukung program 3 juta rumah.

Terhadap pencairan PMN ini, Komisi XI akan melakukan pendalaman atas pelaksanaan PMN Tahun Anggaran 2025, pada masa sidang berikutnya.
 

Topik
Komentar