Aktris Zaskia Adya Mecca saat turun langsung di lokasi banjir bandang dan tanah longsong di Provinsi Aceh. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Zaskia Adya Mecca)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Aktris Zaskia Adya Mecca baru-baru ini kembali update terkait perjalanan kemanusiaannya menembus daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh.
Baru-baru ini, Zaskia menyambangi Kabupaten Aceh Tamiang, setelah melakukan kunjungan kemanusiaan ke Kabupaten Pidie Jaya, yang juga di Provinsi Aceh.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya @zaskiadyamecca, istri sutradara Hanung Bramantyo itu mengungkapkan kondisi memilukan yang ia temui di lapangan. Ia mengawali ceritanya dengan memperingatkan situasi di lokasi bencana sangat genting.
“Hati-hati ke Tamiang! Banyak penjarahan,” tulis Zaskia, seperti mengutip dari akun Instagramnya, Sabtu (06/12/2025).
Ia menjelaskan, rombongannya tiba di Tamiang pada Sabtu malam hari sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Di posko pertama, ia langsung disambut harapan besar dari para warga.
“‘Kak, insyaaAllah kami bisa dan kuat bertahan! Kalau memungkinkan kakak bawa bantuan lebih ke dalam lagi saja! Ke titik saudara-saudara kami yang terputus akses! Makan minum mereka pasti juga sudah habis. Tolong mereka kak’,” tulis Zaskia menirukan permintaan para pengungsi di posko pertama
“‘Ini kami kedatangan kakak saja sudah cukup senang dan bahagia!’,” lanjutnya.
Menurut Zaskia, para pengungsi menceritakan, mereka minum dari air hujan dan hanya bisa makan sekali sehari, itu pun kalau beruntung.
Tempat tidur yang layak tidak ada, listrik sudah padam lebih dari seminggu, air bersih tak tersedia, dan banyak di antara mereka mulai sakit, terutama gangguan pernapasan akibat debu sangat tebal.
Di sepanjang perjalanan, rombongan Zaskia juga berulang kali dihentikan para pengungsi yang berharap bisa mendapatkan bantuan apa pun.
Ia menceritakan detik-detik ketika salah seorang pemuda mendadak menghentikan mobil yang ditumpanginya. Pemuda tersebut bertanya mengenai apa yang tersedia di dalam kendaraan roda empat tersebut.
Namun, Zaskia berujar di mobil tersebut tak memiliki persediaan logistik atau bantuan untuk korban. Mengingat, semua keperluan itu ditaruh khusus di sebuah truk, yang kebetulan tidak beriringan dengannya.
Pemuda setempat itu pun tak patah arang. Ia kembali menanyakan, persediaan apa yang saat ini ada di kendaraan Zaskia.
“‘Saat ini kakak ada apa? Apapun kami mau. Sungguh sangat sopan cara berbicaranya. Kami hanya ada air kemasan. Boleh kah kami minta kak? Mau kak,” ucap Zaskia menceritakan momen pilu itu.
Singkat cerita, Zaskia pun memberikan tiga botol air mineral yang ada di kendaraan roda empat yang ia tumpangi.
“‘Gapapa kak! Terimakasih banyak! Terima kasih kak! Hati-hati kak, semoga selamat sampai tujuan. Terima kasih sekali lagi air nya kak,’,” tulis Zaskia menirukan ucapan suka cita pemuda yang menyetop mobilnya tadi.
Lebih jauh, Zaskia menegaskan situasi tersebut menunjukkan betapa mahalnya makna sebotol air bagi para penyintas.
“Hanya air minum sebotol aja buat mereka berarti banget. Enggak usah takut teman-teman yang mau bawa logistik ke Tamiang. Gerak saja, jangan teralihkan jadi khawatir atas isu-isu yang ada. Belum tentu benar juga semua titik seperti itu,” katanya.
“Gerak! Jalan! Gapai sebanyak-banyaknya titik. Lebih cepat menggapai mereka dari instansi, lebih baik. Karena pergerakan mandiri yang tanpa repot birokrasi, akan lebih efisien disaat bencana ini,” tuturnya.














