Denny Sumargo Soroti Bantuan Pemerintah yang tak Sampai ke Daerah Terisolasi

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 6 Desember 2025 – 16:14 WIB

Denny Sumargo (Foto: Instagram / sumargodenny)

Denny Sumargo (Foto: Instagram / sumargodenny)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Artis Denny Sumargo menyoroti sikap pemerintah dalam menanggapi bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Dia menilai bukan masalah bantuan yang terlambat, namun bantuan tersebut tak sampai ke daerah yang terisolasi.

“Permasalahan terbesar dalam bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat itu bukan masalah bantuan kurang tapi bantuan yang tidak sampai. Di Aceh, logistik itu sebenarnya ada tapi distribusinya berhenti wilayah permukaan di bagian depan aja,” ujar Denny dikutip melalui akun TikTok @dennysumargoreal, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Dia menyampaikan, daerah yang aksesnya terputus justru jauh dari perhatian pemerintah. Padahal disaat-saat kritis itulah masyarakat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

“Daerah yang terisolasi di belakang, aksesnya putus, jembatan hilang, itu dibiarkan berhari-hari tanpa ada tindakan yang cepat dan responsif. Mereka menunggu tapi negara seolah olah belum benar-benar hadir di titik paling kritis,” katanya.

Meskipun pemerintah telah bergerak, dia menilai respon yang diberikan pemerintah tak sebanding dengan besarnya bencana. Misalnya saja koordinasi yang dinilainya lambat.

“Padahal negara itu punya semua fasilitas untuk menembus wilayah terisolasi dan TNI/Polri, helikopter, perahu cepat hingga teknologi pemetaan. Yang dibutuhkan hanya satu, keputusan cepat dan eksekusi yang tegas,” ucapnya.

Dengan fasilitas yang dimiliki pemerintah, pemain basket itu menilai seharusnya pemerintah bisa segera membuka jalur udara dan air untuk kebutuhan logistik masyarakat serta memastikan komunikasi dapat terakses.

“Transparansi kondisi lapangan juga penting, jadi masyarakat tahu bahwa negara benar-benar bekerja untuk mereka,” tegasnya. 

Menurutnya, bencana yang telah menelan korban jiwa lebih dari 800 orang itu, masyarakat hanya membutuhkan dua hal yakni kecepatan dan kepastian.

“Dan keduanya hanya hadir ketika Pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan tanpa ragu, tanpa menunda dan tanpa kehilangan empati terhadap mereka yang sekarang ini sedang berjuang untuk hidup,” tuturnya.

Topik
Komentar