Bupati Gayo Lues, Suhaidi (tengah) menyampaikan perkembangan penanganan bencana di wilayahnya. (Foto: Dok. Pemkab Gayo Lues).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melaporkan kondisi darurat yang kian parah setelah banjir bandang melanda hampir seluruh wilayah dalam beberapa hari terakhir. Selain akses jalan yang masih terputus total, persediaan bahan pokok disebut hanya cukup untuk satu hingga dua hari ke depan.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi menyampaikan dampak bencana di Gayo Lues masih sangat serius. Ia mengaku pihaknya tidak mampu sepenuhnya menangani dampak bencana yang terjadi di kabupaten tersebut.
“Pasca terjadinya banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues beberapa hari yang lalu hingga hari ini masih terasa dampaknya yang sangat serius dan sudah dipastikan bahwa kami pemerintah daerah Kabupaten Gayo Lues tidak mampu untuk melakukan penanganan terhadap bencana banjir yang telah terjadi di Kabupaten Gayo Lues ini,” kata Suhaidi dalam laporannya, Minggu (30/11/2025).
Menurut Suhaidi, banjir bandang berdampak pada sekitar 95 persen wilayah, dengan 3 korban jiwa meninggal dunia serta 5.653 pengungsi dari 2.061 kepala keluarga. Sementara itu, 1.320 unit rumah dilaporkan rusak. Ia juga menyebut, seluruh jalur darat menuju Gayo Lues lumpuh total.
“Akses menuju Kabupaten Gayo Lues itu semuanya terputus baik dari Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Aceh Timur, semuanya terputus. Jadi kondisi hari ini Gayo Lues terkurung,” kata Suhaidi.
Menurutnya, kondisi ini membuat distribusi bahan pangan tidak dapat masuk ke wilayah tersebut. Jalur utama suplai sembako selama ini datang dari Sumatera Utara melalui Aceh Tenggara.
“Kami khawatir pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk keberadaan sembako yang tersedia di Kabupaten Gayo Lues. Mungkin prediksi kami 1 atau 2 hari ke depan sembako masih bisa tercukupi, tetapi kami khawatir untuk beberapa hari ke depan ini sembako akan tidak terpenuhi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan Gayo Lues juga mengalami gangguan listrik dan komunikasi. Sekitar 90 persen wilayah gelap total karena aliran listrik putus. Hal ini berdampak pada hilangnya jaringan internet dan layanan telepon seluler sehingga proses pelaporan dan koordinasi bantuan terhambat.
Kemudian, lima rumah ibadah rusak berat dan 29 jembatan yang mayoritas jembatan rangka besi hanyut atau rusak parah.










