Diajak Rosan Negosiasi Utang Kereta Whoosh ke China, Menkeu Purbaya Fokus Pelototi Term Kesepakatan

Clara Medium.jpeg

Kamis, 27 November 2025 – 11:47 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal pelototi kesepakatan syarat dan ketentuan (term) terkait negosiasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh jika diajak ke China.

Dia mewanti-wanti agar kesepakatan itu tidak merugikan Indonesia. “Saya belum tahu dibawa apa enggak. Tapi kelihatannya, kalau emang kita harus terlibat, saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga. Buat pemerintah Indonesia juga,” ujar Menkeu Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, dikutip Kamis (27/11/2025).

Saat ditanya apakah skema pembayaran akan menggunakan APBN atau public service obligation (PSO) dia mengaku pemerintah belum memutuskan. Dia menyebut pemerintah masih menunggu Keputusan saat negosiasi dengan pihak China.

“Saya nggak tahu. Nanti kita lihat negosiasinya seperti apa. Kan masih negosiasinya. SisteM PSO nya kan ada di Danantara. Kita sih pokoknya kalau nggak salah yang bagian infrastrukturnya pemerintah. Tapi kita masih lihat juga dengan China seperti apa hasil negosiasinya nanti. Jadi belum putus. Makanya mau ke sana, ke China,” kata dia.

Purbaya pun berkelakar siap bergabung dengan tm negosiasi utang Kereta Whoosh ke China, asalkan biaya perjalanan ditanggung Danantara. “Katanya Rosan mau bawa saya, katanya. Saya belum dikasih. Oh, besok mau ketemu Rosan. Asal dia yang bayar aja pas kesananya,” tutur dia.

Sebagai informasi, Terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang sekarang bernama Kereta Whoosh ke Bank Pembangunan China atau China Development Bank (CDB), Danantara akan berbagi beban dengan pemerintah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyampaikan, Danantara bersama pemerintah berbagi peran dalam menangani utang Kereta Whoosh secara terukur.

Ha itu sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Kereta Whoosh telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian, sehingga langkah penanganan utang tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi modern tersebut.

“Masalah mengenai restrukturisasinya sudah disampaikan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tentu melibatkan pemerintah (dan) Danantara,” kata Donny usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog di Kantor Kemenko Pangan Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Dikatakan Donny, Danantara akan fokus pada aspek operasional Kereta Whoosh, agar layanannya semakin optimal, efisien dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta-Bandung dan sekitarnya.

“Nah ini juga solusi terbaik tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara terutama sekali berkaitan operasional Whoosh,” jelas Donny.

Sementara itu, pemerintah akan berperan dalam pengelolaan dan penguatan infrastruktur yang mendukung jalannya layanan kereta cepat tersebut. “Dan juga ada porsinya pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur,” bebernya.

Menurutnya, Kereta Whoosh membawa dampak ekonomi nyata terutama mendukung pergerakan masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang sebelumnya memakan waktu panjang.

“Whoosh ini kan memberikan manfaat yang banyak terutama sekali buat perekonomian kita dan juga buat angkutan massal,” katanya.
 

Topik
Komentar