Raymond/Joaquin jadi juara di Australian Open 2025 (Foto:X/@INABadminton)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Duet ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengungkap beratnya perjuangan menaklukkan senior sekaligus idola mereka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di final Australia Open 2025.
Mereka menyebut laga itu sebagai salah satu yang terberat, meski sudah sering bersua dan berlatih bersama di pelatnas.
“Kalau buat saya lebih susah kalau di pertandingan. Soalnya mereka punya pengalaman, ratusan pengalaman di level atas. Jadi mereka kayak tahu apa ya, buat ngadepin kami,” ujar Raymond di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (26/11/2025).
“Susah banget sih. Lebih susah di pertandingan kalau menurut saya. Kalau di latihan banyak kalahnya sih,” sahut Joaquin.
Selain menghadapi senior berpengalaman, keduanya juga harus berlapang dada menantang sosok yang mereka idolakan sendiri.
Bagaimana tidak, Joaquin secara terbuka mengakui Fajar merupakan salah satu role model dalam perjalanan kariernya sebagai pebulutangkis, selain legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan.
“Kalau saya pribadi role model saya itu Hendra Setiawan. Kalau idola di permainan saya lebih ke A Fajar. Menurut saya, permainannya bisa ditiru karena dia sangat pakai taktis banget. Jadi saya suka ngeliat model mainnya A Fajar,” tuturnya.
“(Kalau Hendra) Dewa sih dia,” ujarnya.
Sedikit berbeda, Raymond juga menempatkan Hendra Setiawan sebagai sosok panutan, bersama satu legenda lainnya, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo.
“Kalau saya Koh Es (Hendra Setiawan) sama Mas Kevin aja,” katanya.
Lebih jauh, momen mengalahkan sang idola di partai puncak menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Joaquin.
“Pertamanya enggak naruh ekspektasi menang. Saya bangga sama diri saya sendiri karena bisa ngelawan idola saya sendiri. Jadi saya kayak, ‘wih kapan lagi nih ngelawan A Fajar?’ Jadi mainnya seneng banget dan mau kasih perlawanan,” tuturnya.
Joaquin bercerita, dia sudah mengidolakan Fajar Alfian sejak 2022 silam. Pemain 20 tahun menyebut Fajar mengetahui hal ini lewat tayangan wawancara di sebuah kanal YouTube. Joaquin pun merasa sangat senang.
“Terus kirim (video wawancara) ke saya. ‘Wih siapa nih?’ kayak gitu kan. Terus saya bilang ‘Wah ke notice nih sama idola’. Terus Fajar, kita kayak bercanda. Dia bilang ‘ini pasti YOLO (You Only Live Once) doang ya?’ kayak gitu kan. Terus saya bilang ‘engga lah ah kan emang idola saya’. Terus saya bilang ‘bagi baju a satu’. Jadi dapet deh saya dua,” ungkap Joaquin.














