Idrissa Gueye dari Everton berdebat dengan Michael Keane dan diusir wasit. (Foto: Carl Recine/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Laga Manchester United menjamu Everton diwarnai salah satu kartu merah paling aneh dalam sejarah Liga Inggris. Gelandang Everton, Idrissa Gana Gueye, diusir wasit pada menit ke-13 setelah tertangkap basah menampar rekan setimnya sendiri, Michael Keane.
Insiden bermula setelah kapten MU, Bruno Fernandes, melepaskan tembakan yang nyaris berbuah gol. Gueye tampak frustrasi dengan situasi pertahanan timnya dan terlibat adu mulut dengan bek Michael Keane.
Emosi yang memuncak membuat pemain internasional Senegal itu melayangkan pukulan tangan kiri ke arah rahang Keane. Tindakan tersebut dilakukan tepat beberapa langkah di depan wasit Tony Harrington.
Tanpa ragu, wasit langsung mencabut kartu merah untuk Gueye. Kiper Jordan Pickford dan Iliman Ndiaye harus turun tangan menahan dan menenangkan Gueye yang masih berusaha menyerang Keane, sebelum akhirnya menggiringnya keluar lapangan.
Penjelasan Aturan IFAB
Keputusan wasit Tony Harrington sejalan dengan regulasi Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Meski dilakukan terhadap teman satu tim, tindakan Gueye masuk dalam kategori Violent Conduct (Tingkah Laku Kekerasan).
Aturan IFAB menyebutkan: “Tingkah laku kekerasan adalah ketika seorang pemain menggunakan atau mencoba menggunakan kekuatan berlebihan atau kebrutalan terhadap lawan… atau terhadap rekan setim, ofisial tim, ofisial pertandingan, penonton, atau orang lain.”
Akibat pelanggaran berat ini, Gueye tidak hanya merugikan timnya yang harus bermain dengan 10 orang selama 80 menit, tetapi juga berpotensi menghadapi hukuman larangan bertanding sebanyak tiga laga.
Everton Unggul
Meski bermain dengan 10 orang sejak awal babak pertama, Everton justru mampu mencuri gol lebih dulu. Kiernan Dewsbury-Hall berhasil membobol gawang tuan rumah pada menit ke-29 melalui gol indah.
Namun, sorotan utama laga ini tetap tertuju pada aksi Idrissa Gueye yang kini tercatat dalam sejarah “folklor” Liga Inggris sebagai salah satu pengusiran paling konyol yang pernah terjadi.












