Perusahaan Milik Konglomerat TP Rachmat akan Caplok 82 Persen Saham Emiten Malaysia

Ajat Medium.jpeg

Jumat, 21 November 2025 – 18:47 WIB

Pabrik PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).(Foto: dok-drma)

Pabrik PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).(Foto: dok-drma)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Emiten komponen otomotif milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) berencana mengakuisisi saham perusahaan asal Malaysia, PT Mah Sing Indonesia (MSI).

President Direktur Dharma Polimetal (DRMA) Irianto Santoso mengungkap rencana perseroan untuk mengakuisisi 82 persen saham PT Mah Sing Indonesia (MSI) dengan nilai transaksi sekitar Rp41 miliar.

“Saat ini kami berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum terkait akuisisi PT MSI,” ujar Irianto Santoso dalam keterangan resmi, seperti dikutip Jumat (21/11/2025).

PT MSI merupakan anak perusahaan dari Mah Sing Group Berhad, sebuah kelompok usaha konglomerasi asal Malaysia yang memiliki portofolio bisnis luas meliputi sektor properti, industri plastik, dan manufaktur.

Dia mengatakan, langkah akuisisi tersebut tentunya akan memperkuat posisi Dharma Polimetal (DRMA) di industri manufaktur komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W).

“Akuisisi ini juga sejalan dengan strategi inovasi perusahaan dalam meningkatkan diversifikasi dan ekspansi bisnis,” tambahnya.

Saat ini proses akuisisi sedang berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum.

Irianto memproyeksikan, industri otomotif pada tahun 2026 cukup menantang karena banyak pemain-pemain baru atau kompetitor yang datang ke Indonesia dan mempersiapkan pabriknya.

“Sebagian sudah mulai akan beroperasi di awal tahun depan, kuartal pertama, ada juga yang kuartal kedua, dan ada juga yang sedang melakukan pengambilalihan fasilitas assembling yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, hal ini juga merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan penjualan komponen perseroan kepada pemain-pemain baru tersebut.

“Tapi, karena masih dalam bentuk persiapan dan sebagainya, kita belum bisa menyampaikan secara gamblang apa saja dan bagaimana,” imbuhnya.

Pada tahun ini, Ia optimis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun.

Hingga kuartal III tahun 2025, penjualan DRMA tercatat tumbuh 9,20 persen secara tahunan menjadi Rp4,39 triliun, sementara laba bersih meningkat 1,69 persen secara tahunan menjadi Rp428,11 miliar.

Topik
Komentar