Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Bloomberg Business Week, di The Westin Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Inilah.com/Clara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, pengguna sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat ini, mencapai 57 juta konsumen dan 39 juta merchant.
Dia mengatakan, sistem pembayaran QRIS membuat sistem pembayaran negara lain. seperti Amerika Serikat (AS), panas dingin. Adapun, sistem pembayaran ini dapat digunakan di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang, dan Korea.
“Dan ini sudah menunjukkan bahwa penggunaan QRIS ini bisa membuat payment system negara lain panas dingin,” ujar Menko Airlangga dalam acara Bloomberg Business Week, di The Westin Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Dia mengatakan, pemerintah tengah mendorong akselerasi dari sektor digital. Dia menargetkan, ekonomi digital bisa meningkat dari USD 90 miliar menjadi US$360 miliar pada 2030, melalui ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA).
“Opportunity nya bukan hanya 360 miliar dolar AS, tetapi bisa meningkat menjadi 600 miliar dolar AS,” tutur dia.
Menko Airlangga mengungkapkan pemerintah tengah mendorong sektor lain seperti infrastruktur digital, pengembangan artificial intelligence (AI), semiconductor, hingga genome sequencing untuk kesehatan guna mendorong penguatan digitalisasi sebagai tulang punggung.
Untuk mendukung pengembangan teknologi, dia juga mendorong perusahaan startup untuk dapat berperan dalam pengembangan tersebut. Dia pun menyoroti perusahaan startup di Indonesia yang masih tertinggal jauh dengan negara lain.
“Jumlah startup di Indonesia baru sekitar 45 startup dan ini masih jauh lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain seperti Malaysia sudah 60 lebih startup dan juga kita lihat di Singapura sudah 10 kali lebih tinggi yaitu 495 startup” jelas mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.












