Aktivitas vulkanik Gunung Sakurajima di Jepang kembali memanas. Setelah memuntahkan kolom abu vulkanik hingga mencapai ketinggian fantastis 4.400 meter pada Minggu (16/11/2025) pagi waktu setempat, Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat.
JMA meminta seluruh warga yang bermukim di sekitar Gunung Sakurajima untuk mengenakan pelindung diri. Imbauan ini sangat penting mengingat prediksi hujan abu vulkanik yang diperkirakan akan melanda sejumlah kawasan di sekitar gunung.
Pakai Payung dan Pelan-pelan Berkendara
Menurut laporan dari media setempat, potensi hujan abu tidak hanya terbatas pada Prefektur Kagoshima, lokasi gunung tersebut berada, tetapi juga diperkirakan menjangkau wilayah tetangga seperti Kumamoto dan Miyazaki.
“Di area yang berpotensi menerima hujan abu dalam jumlah sedang, harap gunakan pelindung seperti payung atau masker untuk menghindari iritasi dan masalah pernapasan,” tegas JMA.
Selain perlindungan diri, JMA juga menekankan pentingnya kewaspadaan di jalan raya. Warga diimbau untuk berkendara dengan kecepatan rendah mengingat abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin. Keselamatan warga menjadi prioritas utama pasca-erupsi.
Letusan Kawah Minamidake dan Peringatan Level Tiga
Erupsi yang terjadi pada Minggu pagi tersebut berpusat di Kawah Minamidake. Letusan pembuka ini kemudian disusul oleh beberapa erupsi lanjutan yang menunjukkan tingginya energi vulkanik yang dilepaskan.
Letusan ini menjadi yang terbaru setelah aktivitas signifikan sebelumnya yang tercatat pada 18 Oktober 2024. Dalam erupsi terbaru ini, batuan vulkanik berukuran besar bahkan terlontar hingga mencapai stasiun kelima di lereng gunung. Beruntungnya, hingga saat ini tidak terdeteksi adanya aliran piroklastik, jenis aliran panas berbahaya yang sering mengancam keselamatan.
JMA saat ini mempertahankan tingkat peringatan (level warning) pada Level Tiga dari skala maksimum lima. Penetapan Level Tiga ini secara otomatis berarti akses publik menuju puncak dan area berbahaya di gunung tersebut dibatasi secara ketat demi alasan keselamatan.
Gunung Paling Aktif dengan Sejarah Unik
Sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Jepang, Sakurajima memiliki sejarah geologis yang unik. Dulunya gunung ini adalah sebuah pulau yang terpisah, namun letusan besar pada tahun 1914 menyebabkan aliran lava yang begitu masif hingga akhirnya menciptakan jalur darat permanen yang menghubungkannya dengan Semenanjung Osumi di Kyushu.
Aktivitasnya yang ekstrem menjadikannya objek penelitian vital. Pada tahun 2016, tim ahli dari Universitas Bristol dan Pusat Penelitian Gunung Berapi Sakurajima sempat memprediksi bahwa gunung ini memiliki kemungkinan meletus besar dalam kurun waktu 30 tahun.
Oleh karena itu, kewaspadaan adalah kunci. Dengan intensitas erupsi yang terus berulang, JMA akan terus memantau pergerakan Sakurajima secara ketat demi keselamatan masyarakat di Prefektur Kagoshima dan sekitarnya.












