Tren Empat Pendorong Ekonomi Positif, Jabar Yakin Tumbuh 5,5 Persen

Wiguna Medium.jpeg

Kamis, 13 November 2025 – 13:51 WIB

Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman (tengah) berfoto bersama usai menjadi pembicara di Forum West Java Economic Society 2025 di Bandung, 10 Nov 2025 lalu. (Foto: Diskominfo Jabar)

Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman (tengah) berfoto bersama usai menjadi pembicara di Forum West Java Economic Society 2025 di Bandung, 10 Nov 2025 lalu. (Foto: Diskominfo Jabar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Empat pilar pendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat (Jabar) sepanjang tahun 2025 ini menunjukkan tren positif, sehingga Pemprov Jabar optimistis di akhir tahun, daerah itu akan tumbuh 5,5 persen. 

Optimisme ini didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Jabar di Kuartal III  Tahun 2025 mencapai 5,20 persen, masih tetap berada di atas nasional (5,04 persen).

Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman mengapresiasi kinerja semua pihak yang terus mendorong agar pertumbuhan ekonomi Jabar selalu tinggi. Sebab dengan itu, maka kesejahteraan masyarakat juga akan membaik.

Ia bahkan menyatakan optimistis jika pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di akhir tahun 2025 dapat mencapai 5,5 persen. 

“Pemerintah pusat sudah menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di 2029, cukup berat tetapi Jabar optimistis. Startnya dimulai dari tahun 2025 ini, akhir tahun bisa mencapai 5,5 persen,” ujarnya dalam West Java Economic Society 2025, dikutip Kamis (13/11/2025).

Sekda menyebutkan jika di Jabar, empat komponen utama pendorong pertumbuhan ekonomi menunjukan tren positif.

Pertama belanja pemerintah, dimana saat ini telah mencapai 72,67 persen yang didukung dengan realisasi pendapatan sebesar 81,22 persen. Belanja pemerintah menjadi pemantik berputarnya roda perekonomian di Jabar.

“Kami tidak main main, tongkrongin setiap hari, bukan hanya belanja provinsi tetapi juga belanja pemerintah di kabupaten dan kota,” tegasnya.

Komponen kedua adalah konsumsi masyarakat dimana menunjukan tren perbaikan. Hal itu terjadi karena laju inflasi di Jabar sangat terkendali. Ketiga adalah investasi  Jabar, hingga kuartal 3 tahun 2025 berhasil mencatatkan investasi sebesar Rp77,1 triliun (Januari-September).

“Hingga hari ini, catatan saya, investasi di Jabar sudah mencapai Rp218 triliun. Terbukti bahwa Jabar ramah investasi yang berkelanjutan dan merata,” ujar Herman. 

Terakhir adalah ekspor-impor, dimana neraca perdagangan selalu surplus.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar Muhamad Nur menyatakan pertumbuhan ekonomi  Jabar masih on the track. Sisa dua bulan terakhir tahun ini pertumbuhan ekonomi akan terorong oleh belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Jabar masih on the track. Kami dari kalangan perbankan dan akademisi melalui WJES 2025 memberikan beberapa rekomendasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan mengakselerasi target 8 persen di tahun 2029,” tambahnya.

Topik
Komentar