Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Inilah.com/Clara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wacana penyederhanaan nominal uang atau redenominasi rupiah dari Rp1.000 menjadi Rp1 direspons positif Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Ia mengungkap sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari kebijakan moneter tersebut.
“Positifnya banyak, karena apa? Ekonomi kita akan menjadi sederhana, akan lebih sederhana, angka kita menjadi tidak terlalu spektakulatif, kemudian nol kita jadi hilang, dan kalau ya lebih sederhana tentunya, itu yang paling utama,” ujar Misbakhun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Misbakhun bilang, kebijakan redenominasi rupiah dapat membangun kepercayaan terhadap nilai mata uang Indonesia. Namun, ia menekankan perlunya kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
“Ada aspek yang menjadi bertanggung jawabnya BI dalam pencetakan uang, ada aspek tanggung jawabnya pemerintah dalam hal ini, Menteri Keuangan, tentunya juga ada OJK, ada LPS dan semuanya, dan juga termasuk kami di DPR dalam rangka pembentukan undang-undang, termasuk sosialisasi ke masyarakat dan sebagainya, semuanya akan terlibat,” kata dia.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi mengingat posisi strategis mata uang. “Karena mata uang ini mempunyai nilai kedaulatan, mempunyai nilai ekonomi, dan mempunyai posisi politik yang strategis,” tambahnya.
Meski mendukung, Misbakhun mewanti-wanti bahwa redenominasi memerlukan pemenuhan berbagai prasyarat. Pemerintah diminta mempertimbangkan secara matang arah ekonomi ke depan, termasuk dampak moneter dan fiskal.
“Persyarat ekonomi tadi, ekonominya itu tentunya dampak moneter dan dampak fiskalnya, tentu kemudian kepada sektor riil seperti apa, kepada industri keuangannya seperti apa, kemudian kita juga harus melihat pranata sosial kita. Ada aspek keamanan, ketertiban, dan kemudian apakah kita sudah siap untuk itu. Ada kondisi stabilitas ekonomi, stabilitas politik, keamanan dan ketertiban, dan semua itu harus kita lihat,” jelas dia.














