Unit anjing pelacak (k-9) membantu proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Memasuki hari keempat, pencarian korban longsor yang terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menambah daftar korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, Minggu (16/11/2025) petang.
Pencarian masih akan terus dilanjutkan hari ini, Senin (17/11/2025), karena masih ada 10 korban yang masih tertimbun material longsor dan belum ditemukan. Sedangkan korban meninggal dunia telah dikembalikan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.
Berikut 13 korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi:
1. Julia Lestari, 20 tahun
2. Maya Dwi Lestari, 15 tahun
3. Yuni, 45 tahun
4. Nur Isnaeni, 30 tahun
5. Muhamad Hafiz, 6 tahun
6. Asmanto, 74 tahun
7. Febriansyah, 5 tahun
8. Rizky Pratama Ramadhan, 9 tahun
9. Dani Setiawan, 29 tahun
10. Rusyanto, 75 tahun
11. Satini, 28 tahun
12. Kasrinah, 47 tahun
13. Diah Ramadani, 17 tahun.
Kasrinah dan Diah Ramadani merupakan dua korban tewas yang terakhir ditemukan hari ini. Kasrinah ditemukan di Worksite A-2 pada pukul 12.03 WIB, sementara Diah Ramadani ditemukan di Worksite A-1 pada pukul 14.58 WIB.
Tak hanya mengerahkan petugas gabungan, pencarian korban juga menerjunkan 10 ekor anjing pelacak (K9) dari unit gabungan Polri.
“Personel Polri sebanyak 205 personel diturunkan untuk membantu proses pencarian korban di hari ke-2 dengan melibatkan tim anjing pelacak atau K9 gabungan,” ujar Kapolres Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono.
Sebelumnya bencana tanah longsor terjadi, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB menerjang rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Longsor tersebut menimpa 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan mengakibatkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.














