Gennaro Gattuso, Pelatih Kepala Italia, memberikan instruksi selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 antara Italia dan Norwegia di Stadion San Siro pada 16 November 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gennaro Gattuso tampil dengan raut kecewa setelah Italia dipermalukan Norwegia 1-4 di San Siro pada laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam wawancara seusai pertandingan, pelatih berusia 47 tahun itu menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para tifosi dan mengakui masalah terbesar Azzurri bukan sekadar teknis—tetapi mental yang rapuh.
“Pertama-tama kami harus meminta maaf kepada para fans, karena skor 4-1 itu berat,” ujar Gattuso kepada RAI Sport.
“Babak pertama kami bermain bagus, seperti tim yang solid. Namun babak kedua sangat mengecewakan dan tidak sesuai standar,”lanjutnya.
Italia sebenarnya memulai laga dengan baik lewat gol cepat Francesco Pio Esposito di menit ke-11. Namun setelah jeda, Azzurri runtuh total. Erling Haaland mencetak dua gol hanya dalam satu menit, disusul lesakan Antonio Nusa dan Jorgen Strand Larsen yang memastikan Norwegia keluar sebagai juara grup dengan rekor sempurna.
Sementara itu, Italia harus kembali menempuh jalur yang menegangkan: play-off, seperti dua edisi sebelumnya yang berujung kegagalan menuju Piala Dunia.
Gattuso mencoba menjelaskan mengapa permainan Italia berubah drastis setelah turun minum. Ia menilai tim kehilangan bentuk, kehilangan bola dengan mudah, dan memberi ruang terlalu besar kepada Norwegia.
“Kami kehilangan shape permainan. Babak pertama pressing kami tepat, tapi setelah itu kami mulai kehilangan bola, memberi ruang, dan membuat mereka nyaman,” kata Gattuso. “Kami melakukan banyak salah oper dan terpaksa mundur.”
Namun pengakuan paling jujur Gattuso muncul saat menyinggung mentalitas tim.
“Kami harus membangun kembali dari babak pertama. Begitu lawan membuat peluang, kami mulai takut. Itulah bagian yang harus kami ubah. Kami tidak boleh lagi merasa terintimidasi setiap kali terancam.”
Italia kini akan berkumpul kembali pada Maret 2026, hanya beberapa hari sebelum play-off semifinal pada 26 Maret—format yang memberi tekanan besar bagi tim yang dua kali gagal lolos dalam situasi serupa.
Fans di San Siro menunjukkan rasa frustasi dengan siulan keras di akhir laga. Gattuso mengaku memahami emosi tersebut dan menegaskan pihaknya harus bekerja lebih keras menghadapi periode kritis yang akan menentukan nasib Italia menuju Piala Dunia 2026.
Italia masih punya peluang. Namun setelah kekalahan 1-4 dari Norwegia, satu hal menjadi jelas: untuk lolos, Azzurri bukan hanya harus bermain lebih baik—mereka harus berhenti takut.













