Will Smith Digugat Pelecehan Seksual oleh Musisi Jebolan America’s Got Talent

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 2 Januari 2026 – 14:01 WIB

Will Smith menghadiri Penghargaan GRAMMY Tahunan ke-67 pada 2 Februari 2025 di Los Angeles, California. (Foto:  Matt Winkelmeyer/Getty Images untuk The Recording Academy)

Will Smith menghadiri Penghargaan GRAMMY Tahunan ke-67 pada 2 Februari 2025 di Los Angeles, California. (Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images untuk The Recording Academy)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Awal tahun 2026 dibuka dengan skandal hukum yang mengejutkan dari aktor pemenang Oscar, Will Smith. Bintang King Richard tersebut digugat oleh Brian King Joseph, seorang pemain biola profesional yang juga mantan finalis America’s Got Talent, atas tuduhan pelecehan seksual, upaya eksploitasi seksual (grooming), dan pemutusan hubungan kerja yang tidak sah.

Gugatan tersebut resmi didaftarkan di Pengadilan Tinggi California, Wilayah Los Angeles, pada Selasa (30/12/2025), hanya beberapa hari sebelum pergantian tahun. Joseph menggugat Will Smith secara pribadi serta perusahaannya, Treyball Studios Management, Inc.

Dalam dokumen pengadilan, Joseph menuduh Smith sengaja mempersiapkan dirinya untuk eksploitasi seksual setelah merekrutnya untuk tur global bertajuk Based on a True Story yang berlangsung sepanjang pertengahan 2025.

Hubungan kerja yang dimulai pada November 2024 itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Smith diduga mulai melontarkan kalimat manipulatif seperti, “Kau dan aku memiliki hubungan yang sangat istimewa, yang tidak kumiliki dengan orang lain.”

Teror di Kamar Hotel Las Vegas

Insiden paling mengerikan yang dirinci dalam gugatan terjadi di Las Vegas pada Maret 2025. Joseph mengklaim kuncinya sempat hilang dan diduga diambil oleh pihak manajemen. Saat kembali ke kamar, ia menemukan seseorang telah menyusup masuk dan meninggalkan barang-barang aneh: tisu basah, botol bir, anting-anting, dokumen rumah sakit milik orang tak dikenal, hingga sebotol obat HIV atas nama orang lain.

Lebih menyeramkan lagi, penyusup meninggalkan pesan bertuliskan: “Brian, aku akan kembali paling lambat jam 5:30, hanya kita berdua (gambar hati), Stone F.”

Joseph menafsirkan hal ini sebagai jebakan atau peringatan akan adanya aktivitas seksual paksa. 

Saat ia melaporkan teror ini ke keamanan hotel dan polisi, serta mengadu ke manajemen Will Smith, ia justru mendapat perlakuan intimidatif. Alih-alih dilindungi, Joseph mengaku dipermalukan oleh tim manajemen dan dipecat secara sepihak beberapa hari kemudian.

Akibat kejadian ini, musisi asal Washington D.C. tersebut mengaku menderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kerugian ekonomi, dan kerusakan reputasi. Ia kini menuntut ganti rugi yang nilainya akan ditentukan dalam persidangan juri.